Kajari Klaim Eksekusi 8 Perkara Dan Berhasil Mengembalikan Kerugian Negara sebesar Rp 237 Juta



Kota, Korsum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang mengkaim pihaknya telah mengeksekusi 8 perkara dalam pencapaian kinerja  Kejaksaan tahun 2016. Kejaksaan juga mengkaim bahwa pihaknya sudah berhasil mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 237 juta dari perkara yang sudah dieksekusi tersebut.
“Disamping itu, kejaksaan saat ini sedang menangani beberapa kasus diantaranya 2 kasus yang dinyatakan masih proses Penyelidikan (Lid), 2 kasus sudah naik status ke Penyidikan (Dik), dan 2 kasus sudah masuk ke Penuntutan (Tut),” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumedang Ewang Jasa Rahadian, usai peringati hari Adhyaksa Wicaksana saat ditemui koran ini, di ruang kerjanya, Jumat (22/7).
Saat ditanya wartawan soal kasus Tower e-RKS, Kajari  tampaknya tidak mau banyak berkomentar soal itu, dengan alasan bahwa kasus itu masih terus dikembangkan, meskipun di beberapa media massa sudah diberitakan bahwa kejaksaan sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.
Bahkan, Kajari tidak mau memberi keterangan secara rinci kasus yang sedang ditanganinya itu, dengan alasan tidak boleh memberi keterangan kepada media jika kasus itu masih diproses. Sebab, katanya, sekarang ada kebijakan baru soal memberi keterangan kepada media.
“Saya tidak ngasih statemen soal  itu, namun program kinerja  itu dalam tahun 2016 ini yang sudah bisa menyelesaikan beberapa kasus tersebut. Sebab belakangan ini ada perintah pimpanan bahwa setiap kasus yang sedang diproses sebelum masuk Penuntutan, maka kita belum bisa ekspos ke media,” ujarnya.
Namun, jika nanti kasus tower itu sudah dilimpahkan ke Penuntutan, lanjutnya, baru akan menggelar ekspos ke media. Memang dulu, bila kasus itu naik status ke Dik, maka sudah bisa diekspos ke media. Tapi aturan sekarang harus sampai ke Penuntutan, sekarang beda kebijakan.
Kajari juga menyebutkan,  semua Kasi tidak diperbolehkan memberikan komentar ke media. Namun Kejaksaan akan secepatnya, kasus tower masuk kepenuntutan, tapi tak mau ditarget.
“Saat ini kasus tower masih terus didalami. Kemarin bersama pak Kejati ekspos kasus  ini.  Tapi apa yang kita kerjakan, isinya tebak-tebak sendiri (media), sebab kita tidak mengeluarkan statemen apapun dalam penanganan sebelum Penuntutan,” ujar Kajari seraya menyebutkan makna peringati hari Adhyaksa itu akan meningkatkan kinerja secara maksimal.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar