Kasus Tower e-RKS Kasi Pidsus : Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Lain



Kota, Korsum
Seperti telah diberitakan sebelumnya dikoran ini pada edisi 419 tahun lalu (2015), terkait dugaan sewa Tower e-RKS yang raib, kini kasus tersebut sedang ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang. Bahkan, Kejari telah menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial NS, ER, dan HR.
“Sudah ditetapkan tiga tersangka, NS, ER, dan HR, namun soal berapa lama adanya penahanan setelah ditetapkan, tidak ada jangka waktu, tergantung kepada proses penyidikannya walaupun ada asas peradilan cepat dengan biaya sederhana, cuman kalau kita mau menafsirkan berapa lama penyidikan tersebut selesai, kita kembali kepada pengambilan paksa, dan penahanan itu berapa lama setelah penyidikan diperbolehkan?. Pertama, 20 sampai 40 hari perpanjangan waktu dan kalau pun penyidik merasa belum cukup dalam penanganannya ini, karena ada sesuatu hal, maka boleh mengajukan perpanjangan kepada Ketua PN, dan setelah itu mau tidak mau harus dilepas demi hukum,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejakasaan Negeri Sumedang, Deny Merincka, saat dikonfirmasi Korsum, Selasa (19/7), di ruang kerjanya.
Dikatakan Deny, soal berapa lama penetapan tersangka itu?, disitu tidak dijelaskan, namun, pihanya punya SOP (Standar Operasional Prosedur) penyidikan, rata rata tiga bulan, kalaupun dalam tiga bulan belum juga menemukan hasil, maka bisa meminta pertimbangan kepada pimpinan dengan alasan yang rasional, misal sosiologisnya seperti ini, kondisinya, sisi yuridisnya, terus hambatan hambatannya, dan solusi. Dan ketika solusi ini diberikan kepada pimpinan kemudian susah diterobos, maka disitu bekerja otomatis perlu waktu lagi.
“ Nah, biasanya kalau sudah penyidikan proses akan cepat, untuk saat ini yang kemarin sudah diperiksa dua orang dan tidak dilakukan penahanan, terus tadi juga pemeriksaan satu orang dan tidak dilakukan penahanan, karena penyidik menganggap belum perlu untuk dilakukan penahanan, karena orang kan tidak serta merta dilakukan penahanan, ada yang dikatakan syarat syaratnya itu bagaimana?, kemudian, perlu tidaknya setelah syarat syarat itu terpenuhi,” katanya.
Tidak selalu harus ada penahanan, masih kata Deny, sebelum ada keputusan pengadilan, apapun itu, jangan seorang tersangka atau terdakwa itu dibuat sakit, kalau seolah membuat sakit berarti sudah praduga bersalah, artinya berkaitan dengan hukum beracara makanya ada kibajakan, kecuali sebaliknya, jika ada tekanan tekanan misalnya karena penanganan perkara ini bisa terhambat dengan adanya manuver manuver dari pihak yang berkepentingan.
“Keputusan tim penyidik tersebut harus sinergi dengan yang lainnya, termasuk dengan Kajari soal penahanan kapan waktunya, kalau ditanya kapan akan ditahan kami belum bisa memastikannya, karena kenapa?, penahanan tersebut bukan keinginan saya, bukan keinginan tim, bukan pula keinginan kajari ,melainkan keputusan bersama. Dan soal kasus e-RKS ini, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru,” pungkasnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar