Kurangnya Sosial Engineering Dinilai Lambannya Pembangunan di Sumedang



Kota, Korsum
Hingga saat ini, beberapa pembangunan masih terbengkalai, seperti pembangunan Jalan lingkar Jatigede yang masih menyisakan persoalan terkait maraknya rumah tumbuh yang keukeuh ingin dibayar, selain itu pembangunan PLTA di Desa Karedok, dimana ada beberapa pemilik tanah yang hingga saat ini belum jelas kapan pembayarannya, dan rencana pelebaran jalan tol Cisumdawu di Kecamatan Sumedang Utara yang belum jelas kapan pelaksanaannya, permasalahan tersebut diakibatkan karena kurangnya sosial engineering (Pendekatan dengan aspek-aspek sosial) terhadap masyarakat.
Seperti dikatakan oleh Asisten Pembangunan pada Setda Sumedang, Dede Hermasah, di ruang kerjanya, Jumat (21/7), bahwa lambannya pembangunan beberapa mega proyek di kabupaten sumedang, akibat kurang optimalnya sosial engineering terhadap masyarakat disekitar pembangunan tersebut, sehingga munculnya permasalahan sosial di masyarakat.
“Ya sebenarnya kunci agar tidak terjadi permasalahan sosial yang menghambat pembangunan, itu perlunya sosial engineering yang optimal dilakukan baik oleh pemerintah ataupun oleh pelaku pembanguan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut Dede mengatakan, seharusnya diawal rencana pembangunan pisik tersebut, orang-orang teknis hanya berpaku terhadap bagaimana teknis pembangunan tersebut dilaksanakan dan mengesampingkan aspek sosialnya.
“Diawal pembangunan fisik, orang-orang teknis biasanya hanya berpikir bagaimana pembangunan tersebut dilakukan, dan mengesampingkan aspek sosialnya, padahal kalau saja segala aspek sosialnya sudah selasai tanpa ada permasalahan, saya yakin pembangunan aka cepat selesai, kalau teknis kan hal yang mudah kalau dikerjakan, karena tidak bersinggungan dengan masyarakat,” sebutnya.
Selain itu faktor penghambat lainnya yang mengakibatkan lambannya pembangunan, adalah pada saat penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) ataupun AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup), biasanya masyarakat kurang dilibatkan. “Memang untuk semua bentuk kegiatan pisik UPL, UKL dan AMDAL biasanya sudah ada, tapi yang dipertanyakan apakah semua persyaratannya ditempuh, termasuk rekomendasi atau ijin dari masyaraknya,” tuturnya.
Menurut Dede, sebenarnya agar semua pembangunan bisa dengan cepet diselesaikan, hal terpenting adalah selesaikan dampak sosialnya, karena kalau semua dampak sosial selesai dipastikan untuk teknis akan dengan mudah dilaksnakan. “Ya solusinya selesaikan dulu dampak sosialnya, kalau teknis itu gampang karena tidak bersinggugan dengan masyarakat,” pungkasnya.**[Acep Shandy|Renal Nur Alam]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar