Pustu Roboh ‘Jelema Geuring’ Penuhi Kantor Desa



Buahdua, Korsum
Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua beberapa bulan terakhir ini roboh yang diduga akibat lapuk termakan usia. Masyarakat membutuhkan Pustu itu, sehingga terpaksa pelayanan kesehatan masyarakat pindah menempati ruang rapat kantor desa yang disulap jadi IGD.
“Kantor desa jadi dipenuhi jelema geuring bercampur baur dengan warga yang ngurus keperluan pelayanan desa, seperti pembuatan KTP. Ironisnya,  robohnya banguan Pustu  itu seolah dibiarkan tak ada perbaikan seakan Dinas Kesehatan Sumedang tidak peduli.  Saat ini Pustu itu jadi rumah hantu sarang cocodot,” kata Narta Sasmita, warga Cikurubuk, Senin (18/7).
 Narta Sasmita kepada koran ini menyayangkan sikap Dinkes dimana kegiatan kesehatan masyarakat harus numpang di ruang rapat desa gara-gara Pustu roboh. Kantor desa tampak sareuksek karena dijadikan tempat IGD hingga timbulkan bau tak sedap obat-obatan.
“Apabila Dinas Kesehatan sudah tidak lagi memerlukan Pustu Desa Cikurubuk, maka lebih baik bangunan Pustu itu dirobohkan total rata dengan tanah. Sebab kami memerlukan tanahnya  untuk lahan parkir sebab mungkin cara itu lebih bermanfaat ketimbang ada banguan Pustu, tapi tidak bermanfaat,” sebutnya.
Bangunan Pustu yang roboh itu disayangkan juga Kepala Dusun Cikurubuk, Nana. Dia menyebutkan, Pustu itu tak berfungsi, padahal, kata dia,  temboknya masih kokoh hanya kayu rangka atap sudah lapuk akibat dimakan usia. “Ketika hujan, semua ruangan tergenang air bahkan satu ruangan telah ambruk total,” ujarnya.
Ditempat terpisah, menurut keterangan Bidan Wiwi Widiastuti, bahwa bangunan Pustu yang roboh itu sudah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan bahwa kondisi bangunan Pustu Desa Cikurubuk tidak dapat difungsikan karena semua ruangan hancur berserakan.
Bahkan, lanjut Wiwi, Kepala Desa dan pihak kecamatan telah melaporkan yang melampirkan  foto keadaan fisik bangunan kepada Dinas Kesehatan, tapi hingga sekarang tidak ada tanggapan sama sekali seolah-olah Pustu Cikurubuk tidak bermanfaat.
“Masih untung pelayanan kesehatan itu berhenti gara-gara Pustu roboh, maka lebih baik pindah ke kantor desa. Namun terpaksa pelayanan kesehatan harus diberhentikan bila desa menggelar rapat, karena tidak dimungkinkan orang sakit ikut rapat desa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Sumedang belum dapat ditemui, meski Koran ini beberapa kali mencoba menemuinya. Sementara menurut keterangan salah seorang stafnya bahwa kadis sedang ada kegiatan diluar.**[indang|yf]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar