SMAN 1 Cimalaka Tak Gubris Surat Kadisdik HPS Malah Tour Ke Bali



Cimalaka, Korsum
Alasan sudah kadung direncanakan dan ditetapkan sejak beberapa bulan lalu, SMA Negeri 1 Cimalaka tetap melaksanakan Karyawisata ke Bali pada hari pertama masuk sekolah (HPS) pada tahun ajaran 2016/2017. Karyawisata ke Bali yang dilaksanakan pada tanggal 18 - 23 Juli ini diikuti 239 siswa kelas XI (sekarang kelas XII, red), dibawah bimbingan 6 orang guru PNS dan 4 orang guru Sukwan serta Ketua Komite Sekolah, dengan menggunakan 6 unit bus dari travel Sailendra Majalengka.
Menurut salah seorang guru, Chaeruddin Saleh, pihaknya tetap melaksanakan karyawisata ini karena sudah direncanakan dan disosialisasikan kepada orangtua siswa jauh-jauh hari sejak bulan Februari lalu. Bahkan Komite Sekolah pun sudah menyetujui dan memberikan ijin melalui surat No. 02/A/II/2016 yang ditandatangani oleh Ketua Komite SMAN 1 Cimalaka, H. K.S. Supriadi, pada bulan Februari 2016.
Chaeruddin menuturkan, setelah mendapat ijin tertulis dari Komite Sekolah, kemudian pada 30 Maret pihak sekolah mengirimkan surat (tanpa nomor) permohonan ijin ke Kepala Dinas Pendidikan. Dan keesokan harinya terbit Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan No. 421.3/1030/Dikbud/2016 yang ditandatangani Kabid Dikmen, Dian Sukmara, yang mengijinkan pihak SMAN 1 Cimalaka mengadakan kegiatan karyawisata tersebut.
“Adanya rekomendasi tersebut, panitia melakukan persiapan-persiapan untuk kelancaran kegiatan karyawisata siswa. Apalagi pada Mei muncul surat dari Disdikbud No. 421.3/1182/Dikbud/2016 perihal Kegiatan Akhir Tahun Pelajaran 2015/2016 dan Awal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang salah satu agendanya adalah Pertama Masuk Sekolah pada 25 Juli 2016,” ujar pengajar Sosiologi ini, Senin (18/7) di ruang kerjanya.
Tetapi pada tanggal 23 Juni, lanjut Chaeruddin, datang surak kedua dari Disdikbud No. 422/2227-Disdikbud/2016 perihal Kalender Pendidikan Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2016/2017 yang juga ditandatangani oleh Kepala Disdikbud H. Eem Hendrawan, yang menyebutkan hari pertama masuk sekolah semester I adalah tanggal 18 Juli 2016.
Datangnya surat kedua inilah yang membuat pihak sekolah bingung. Sebab, persiapan sudah matang, siswa yang mendaftar pun sudah melunasi biaya perjalanan, dan pihak travel sudah dibooking.
“Surat kedua datangnya ketika sekolah sudah meliburkan siswanya karena menjelang hari raya Idul Fitri sehingga kami kesulitan mengumpulkan kembali orangtua siswa. Apalagi pihak travel pun sudah membooking objek-objek wisata yang jadi tujuan karyawisata ini. Dan kami menjadi beban moral bagi kami kalau harus membatalkan karyawisata ini,” jelasnya.
Tetapi, lanjutnya lagi, pihak sekolah melihat ada kejanggalan dari dua surat Disdikbud itu. Kedua surat yang jenis sama dan keduanya ditandatangani oleh Kadisdik, tetapi dalam penomorannya berbeda. Dimana pada surat pertama kode penomorannya 421.3 /Dikbud, sedangkan surat kedua kode penomorannya 422 -Disdikbud.
Namun begitu, pihak sekolah tetap melaksanakan karyawisata pada 18 Juli karena sudah mendapat restu dan dukungan tertulis dari Komite Sekolah melalui surat No. 04/A/VII/2016 perihal Pernyataan Sikap Komite Terhadap Kegiatan Karyawisata Tahun 2016, yang mengacu kepada surat rekomendasi pertama dari Kadisdik.
Kabid Dikmen melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan, Dede Subarna membenarkan adanya kegiatan karyawisata di SMAN 1 Cimalaka pada hari pertama masuk sekolah. tapi ia bisa memberikan tanggapan karena itu merupakan kewenangan Kabid atau Kadis.
“Tapi soal kode penomoran surat yang tidak sama, itu karena yang mengeluarkan suratnya berbeda, yaitu surat yang diterbitkan oleh Bidang dan oleh Sekretariat walaupun yang menandatanganinya tetap Kepala Dinas,” terangnya, Rabu (20/7) di ruangannya.
Sementara itu Komisi C DPRD Sumedang merasa heran, kenapa SMAN 1 Cimalaka tetap nekad mengadakan studi tour pada hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru. “Apalagi kan sudah ada surat pemberitahuan yang kedua dari Kadisdikbud. Ini merupakan pelanggaran karena tidak patuh kepada surat edaran kepala Dinas Pendidikan tentang Kalender Pendidikan Kabupaten Sumedang Tahun 2016/2017,” ujar Sekretaris Komisi C, Dadang Rohmawan.
Menurut Bagoes Nurochmat, mungkin karena mereka menganggap HPS atau KBM minggu pertama sekolah belum efektif lantaran pada minggu pertama itu kegiatan diprioritaskan untuk MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah).
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar