2385 Gugat Cerai Di Kabupaten Sumedang 70% Istri Menggugat

Kota, Korsum
Menurut catatan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sumedang periode Januari sampai dengan 10 Agustus kasus perceraian mencapai angka 2385 pasangan dan hanya 10% yang berhasil damai.
Morat maritnya masalah ekonomi keluarga, salah satunya yang mengakibatkan banyaknya istri yang mengajukan gugatan cerai ke PA. Seperti yang dikatakan  Panitera Muda Hukum, Juju Herlina, di kantor PA Sumedang, Selasa (16/8). Adapun  yang paling menonjol masalah ekonomi, kedua KDRT dan gangguan orang ketiga.
“Faktor ekonomi yang paling sering ditemui kemudian KDRT dan gangguan orang ketiga, sehingga persidangan banyak menangani gugatan istri ke suami kurang lebih 70% istri mengajukan perceraian,” sebutnya.
Dari jumlah pendaftar yang mengajukan perceraian selama periode januari sampai tanggal 10 bulan Agustus 2016 sebanyak 2385 pasangan dan yang sudah berhasil diputus berdasar hasil sidang adalah 1761 pasangan bercerai dan sisanya sebanyak 624 masih dalam proses.
Normalnya, lanjutnya, lama proses persidangan sampai di putus 3 bulan dan paling lama 5 bulan seperti yang dikatan Juju. “Proses persidangan 3 bulan kecuali untuk PNS karena suka lama menunggu izin dari kantornya atau salah seorang dari pasangan yang mau bercerai beralamat diluar kota Sumedang apalagi di luar pulau Jawa,” katanya.
Banyak pengajuan gugat cerai biasanya di bulan sawal dan dibulan Desember dan yang berhasil damai dari keseluruhan biasanya hanya 10%

Sementara, menanggapi akta cerai bodong, menurut Juju, itu ada malah pelakunya orang Sumedang, tapi bukan orang pengadilan agama dan itu dulu sudah diproses. “Memang pernah ada yang mendapat surat talak bodong padahal biayanya lebih mahal dari pengadilan agama,” pungkasnya.**[Suherly]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar