Adira Finance Ceroboh BPKB Riawati Raib Diambil Orang

Rancakalong, Korsum
Mejaminkan BPKB kendaraan kita di sebuah perusahaan pembiayaan, ternyata tidak selamanya aman. Riawati adalah salah seorang yang menjaminkan BPKB kendaraannya ke Adira Finance beberapa waktu lalu.
 Menurut keterangan Riawati, ketika ditemui Korsum, Selasa (16/8), di depan Mapolsek Rancakalong, bahwa dirinya menjaminkan BPKB mobil Avanza tahun 2006 ke Adira. “Saya membayar cicilan tiap bulan sampai lunas, namun setelah lunas tidak buru-buru diambil. Ketika akan diambil ke Adira Finance, ternyata BPKB sudah tidak ada, katanya sudah ada yang mengambil,” terang Riawati.
Berdasarkan keterangan dari Adira Finance, kata dia, BPKB kendaraaannya sudah diambil oleh orang lain dengan membawa surat kuasa darinya kepada yang bernama Nuryadin. Tetapi, menurut Ria, ia tidak pernah memberikan surat kuasa. Dan ia pun tidak kenal dengan orang yang bernama Nuryadin.
“Saya kaget, karena dalam surat kuasanya ada tanda tangan saya, sehingga ada dugaan bahwa tanda tangan ini dipalsukan. Dan saya pernah melaporkan tentang dugaan tanda tangan palsu ini kepada Polsek Rancakalong sejak tiga bulan lalu, tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Bahkan, menurutnya, pernah juga lapor ke Polres Sumedang tetapi dari Polres pun dikembalikan lagi ke Polsek, katanya sudah ditangani oleh Polsek. “Saya tidak tahu laporan ini ditanggapi atau tidak, yang jelas sampai saat ini belum ada tidak lanjutnya,” keluhnya.
Sementara, menurut Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Barokah Bakti, H Ecek Karyana, bahwa memberikan dokumen orang lain itu tidak bisa ke sembarang orang, bisa saja menguasakan kepada orang lain, tetapi harus dilampiri dengan KTP asli pemilik atau memberitahukan dulu kepada pemilik BPKB tersebut, ini jelas merupakan kecerobohan. Sementara mengenai laporan dugaan pemalsuan tanda tangan, pihak kepolisian sangat lamban dalam penangannya.  
Hal senada dikatakan Juanda, Ketua LPKSM Tritunggal, bahwa dalam memberikan kuasa kepada orang lain, jangankan dengan surat, berbisik pun boleh dilaksanakan. Logikanya apa bila berbisik berarti ada pertemuan antara pemberi kuasa dan yang menerima kuasa.
Sedangkan dalam kasus ini berdasarkan keterangan Riawati jangankan ada pertemuan, kenal juga tidak, kenapa pihak Adira memberikan BPKB milik orang lain semudah itu. Apakah pihak Adira memeriksa keabsyahan seperti KTP asli pemilik, atau menghubungi pemilik atau tidak. Kalau sudah lunas pembayarannya pun dalam memberikan BPKB itu harus disertai dengan sertifikat Fidusia.
Dikonfimasi Korsum, Kepala Cabang Adira Finance Sumedang, melalui Security mengatakan, bahwa Kacab sedang tidak ada di tempat dan diarahkan kepada resepsionis, sedangkan dari resepsionis diarahkan lagi kepada Agus Mulyana dari Adira Tanjungsari.

Saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (19/8), Agus Mulyana, mengatakan, kasus ini sudah diproses oleh kepolisian. “Sejak ada kasus ini jadi banyak Ormas, LSM dan wartawan yang datang ke sini. Sebenarnya wartawan mau apa,  kalau begini terus, kami akan menuntut balik kasus ini dengan tuntutan pencemaran nama baik, saya cape,” katanya.**[Asep Nandang
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar