Ahli Waris Pemilik Lahan SDN Kirisik Tuntut Disdikbud Segara Selesaikan Ganti Rugi Tanahnya

Jatinunggal, Korsum
Ahli waris pemilik lahan SD (Sekolah Dasar) Negeri Kirisik di Jalan Raya Kirisik, Desa Kirisik Kecamatan Jatinunggal, mengancam akan menutup sekolah tersebut, jika pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sumedang tidak  menyelesaikan pembayaran lahan seluas 50 bata (700 meter persegi) miliknya.
Hal tersebut, dikatakan salah seorang ahli waris pemilik lahan, yang berinisial S, bahwa, hingga saat ini dirinya merasa dipermainkan dalam hal pembayaran lahan miliknya yang sekarang dipakai untuk SDN Kirisik, dirinya juga menyesalkan  sikap Disdikbud Sumedang yang hanya memberikan janji tanpa menyelesaikan pembayaran lahan hingga saat ini.
“Tanah Ayah saya itu sudah dijadikan SDN Kirisik sejak tahun 1970-an. Dan kami ahli waris pemilik lahan atas nama almarhum Warta ini masih membayar pajaknya hingga 2002, sehingga sebagai ahli waris kita minta hak kita akan tanah sekarang yang dipakai,” ujarnya saat dikonfirmasi Korsum beberapa waktu lalu.
Selain itu ahli waris tersebut juga mengatakan bahwa dirinya merasa heran atas sikap Disdikbud yang sudah mengeluarkan Hak Guna Bangunan (HGB), diatas tanahnya tersebut, padahal menurutnya pembayaran atas tanah tersebut belum selesai.”Yang saya heran ko bisa Disdikbud mengeluarkan HGB, padahal pembayaran juga belum beres”. Tuturnya
Sementara saat dikonfirmasi akan kebenaran tanah tersebut, Kepala Desa Kirisik Wawan Papat Erawan atau yang lebih akrab dipanggil Papat ini, membenarkan bahwa tanah tersebut merupakan milik dari Almarhum Warta, hal tersebut dibuktikan dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi Bangunan (SPPT PBB), yang pembayarannya dilakukan oleh ahli waris.”Ya memang benar itu lahan yang sekarang dipake merupakan lahan warga, dan buktinya Sppt  atas namanya dan juga pembayaran masih oleh ahli waris, jadi atas dasar itu pihak desa menyatakan bahwa lahan itu tanah warga, tuturnya, saat dikonfirmasi Korsum, melalui sambungan teleponnya, Kamis (11/8).
Lebih lanjut Papat mengatakan, pihak desa juga sangat menyayangkan sikap Disdikbud yang hingga saat ini juga tidak serius memberikan pembayaran lahan tersebut, pasalnya itu sudah diajukan lama sekali, tapi terus terkatung-katung tanpa ada kejelasannya.”Yang saya sayangkan pihak Disdikbud ko seakan cuex, padahal permasalahan tersebut sudah lama terjadi, tapi hingga saat ini belum juga selesai, ucapnya.
Sebelumnya, dikonfirmasi akan hal tersebut Kepala UPTD Pendidikan TK/ SD-PNF Kecamatan Jatinunggal, Mumu menyebutkan bahwa, mengenai permasalahan tersebut sudah dilaporkan kepada Disdikbud sumedang dan hingga saat ini sedang dalam proses.”saya sudah laporkan ke ke pihak Dinas, dan sekarang masih dalam proses, tuturnya kepada Korsum melalui sambungan teleponnya, Rabu (10/8).

Lebih lanjut Mumu mengatakan, sepengetahuannya dulu lahan yang sekarang dipakai SDN kirisik itu merupakan tanah Desa kirisik, dan memang ada sebagaian tanah yang merupakan milik warga, dan itu tercatat di buku besar desa kirisik, akan tetapi dirinya tidak tahu persis berapa  luasan tanah milik dan tanah warga.”Kalau seingat saya dulu itu tanah milik desa, tapi ada juga yang milik warga, tapi luasannya saya tidak tahu persis,” katanya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar