Bupati Digugat Mantan Bupati

Kota, Korsum
Bupati Sumedang Eka Setiawan akan digugat oleh mantan Bupati Ade Irawan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), terkait pengangkatan wakil bupati Eka Setiawan menjadi Bupati Sumedang oleh Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) beberapa waktu lalu.
Hal itu, disampaikan mantan Bupati Ade Irawan via BBM-nya pada koran ini, Senin kemarin (1/8). Alasan gugatan, menurut Ade, SK Mendagri itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai penggantian bupati oleh wakil bupati.
“Memang betul  pasal 173 ayat 1 UU No 8 Tahun 2015 sebagaimana diubah UU no 10 tahun 2016 wakil bupati menggantikan bupati apabila berhalangan. Tapi ketentuan ini tidak lepas dari ketentuan pasal 1 ayat 1 UU no 8 tahun 2015 yang mengharuskan pengisian kepala daerah melalui proses pemilihan. Sehingga Eka tidak dapat serta merta menggantikan bupati karena dia tidak melalui proses pemilihan, tetapi ditunjuk,” tutur Ade dalam BBM itu.
Disamping itu, lanjutnya, pengangkatan Eka Setiawan oleh Mendagri  itu melanggar prinsip demokrasi sekaligus melanggar prinsip persamaan kedudukan di depan hukum (equal before the law), karena seluruh pengangkatan kepala daerah di Indonesia harus melalui proses pemilihan.
Gugatan ini diharapkan memberikan kepastian hukum. Dari sisi legitimasi akan memunculkan persoalan terlebih apabila pengisian wakil bupati diproses. “Masa bupatinya ditunjuk sementara wakil bupatinya dipilih oleh wakil rakyat,” ujarnya.
Sehingga, keberadaan keputusan Mendagri itu diduga Bertentangan Dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan bertentangan Dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUB). Terkait pengangkatan Eka jadi bupati ,Tim HADE sedang mempersiapkan gugatan ke PTUN.
Ade Sebut Anak Durhaka
Masih menurut Ade, sipat Eka dikenal pribadi yang santun dan loyal, karena itulah Ade Irawan (saat itu bupati) kepincut penampilan Eka, hingga akhirnya ditunjukan menjadi wakil bupati dan dilantik 26 Februari 2015 lalu.
Tapi ternyata kedoknya terbuka juga. Sebab disaat bupati ditimpa musibah, maka Eka (wakil bupati) berubah dratis. Jangankan melaporkan program-program pembangunan Sumedang, datang juga ke Lapas tidak pernah terkecuali Juni 2015. Padahal waktu itu Maret-Agustus 2015, Ade Irawan masih bupati aktif, hanya saja, ada di LP Sukamiskin.
“Karena itu, bagi saya bahwa Eka itu diibaratkan anak. Tapi kini, anak itu Durhaka yang tidak tahu dibalas budi dan tatakrama. Saat ini Eka jadi bupati karena diagung saya, tapi dia tidak punya etika. Bila saya sudah bebas nanti, pasti akan ke Sumedang,” tandasnya.
Sementaram Bupati Sumedang Eka Setiawan saat ditanya koran ini, dia tampak tenang, bahkan seakan tak gentar ketika menjawab pertanyaan wartawan soal ancaman gugatan mantan bupati Ade Irawan. Kata dia, pengangkatan dirinya itu adalah kewenangan pemerintah pusat yang mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku.

“Wakil bupati diangkat menjadi bupati itu merupakan proses pemerintah pusat. Namun jika ada yang penggugat,  biarkan saja karena semua ini prosesnya pemerintah,” kata Eka Setiawan singkat saat usai menghadiri pelepasan calon jema’ah haji, di Aula IPP, Selasa (2/8).**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar