Desa Gudang Dongkrak PADes Dengan BUMDes

Tanjungsari, Korsum
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes ) jangan dianggap remeh bila dikelola dengan baik dan benar, maka BUMDes ini memiliki arti dan manfaat sangat penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab, BUMDes bisa dijadikan mesin dongkrak raihan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk menuju desa mandiri dengan masyarakat yang madani.
Seperti Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari. Desa ini benar-benar ‘gudang duit’ karena saat ini sudah memiliki usaha 6 kios yang disewa masyarakat dengan harga sewa Rp 7 juta perkios pertahun. “PADes yang diraih ini tidak hanya hasil sewa kios, tapi menghasilan dari Pamsimas  yang tiap tahunnya terus meningkat  signifikan. Tahun 2014 sekitar  Rp 1,4 juta, 2015 sekitar Rp 2,5 juta, bahkan ditahun ini (2016) naik hingga Rp 6 juta,” tutur Hj. Enan Asmanah, Kades Gudang,  di ruang kerjanya, Selasa (15/8).
Bahkan rencana 2017, lanjutnya, Desa Gudang akan mendirikan Bank Desa yang akan dikelola BKD (Bank Kredit Desa). Menurutnya, saat ini di Kabupaten Sumedang hanya terdapat 5 desa yang punya Bank Desa masih aktif.  Dulu, Desa Gudang pernah kerjasama dengan BRI, tapi saat ini diserahkan kembali ke desa yang dikelola BUMDes sebagai PADes.
BUMDes ini didirikan mengacu Permendagri no  39 tahun 2010 pasal 1 ayat 6 dan 7 tentang  Badan Usaha Milik Desa, yang dibentuk dan dikelola serta modal oleh  pemerintah desa dan masyarakat. “BUMDes ini bila ditata maka akan jadi wadah para pelaku usaha dengan aneka jenis usaha yang merupakan  pelayanan ekonomi desa seperti,  usaha jasa,  penyaluran Sembako, perdagangan hasil pertanian dan  industri  kerajinan rumah,” tutur kades.
BUmdes Gudang terus berkembang pesat, bahkan disebut-sebut sebagai urat nadi ekonomi masyarakat. Bahkan kedepan, BUMDes ini akan merangkul para pelaku usaha produk unggulan makanan olahan (Home Industry) desa ini yang saat ini masih kebingungan dalam hal pemasaran maupun nama produk itu sendiri.

Ditempat terpisah, menurut Ajim seorang pemilik kios mengatakan, kios milik BUMdes ini disewa Rp 7 juta per tahun. “Alhamdulillah dagangan kami cukup ramai karena memang lokasinya pinggir jalanprovinsi sehingga  jadi banyak pembeli baik anak sekolah, pekerja  dan  guru, sehingga jadi beruntung bisa sewa kios ini,” sebutnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar