Dinkes Sebut 4 Pustu Rusak Berat

Kota, Korsum
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus didapat masyarakat seperti amanatkan UU. Namun mau bagaimana memberi pelayanan kesehatan dengan baik jika sarana kesehatan seperti bangunan Puskesmas Pembantu Pustu (Pustu) kondisinya terancam roboh.
Bahkan tak tanggung-tanggung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang menyebutkan, saat ini ada 4 unit bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) sudah lama kondisinya rusak berat. Sehingga difungsikan tidak maksimal, bahkan ada yang sama sekali tidak difungsikan karena dianggap sudah membahayakan.
“Boro-boro untuk perbaikan 4 Pustu, anggaran untuk kegiatan dinas juga dipotong 20%, sementara dari DAK tidak ada untuk Pustu.  Tapi kami berusaha diusulkan dari Banprov  yang sejak 2 tahun lalu sudah ada di meja Bapeda. Namun  sampai saat ini, belum ada realisasinya,” kata Kepala Dinkes Agus Seksarsah Rasjidi, kepada koran ini di ruang kerjanya, Rabu (27/7).
Agus juga mengakui, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus diterima masyarakat. Namun apa boleh buat, kondisi Pustu yang sudah lama rusak itu tidak serta merta dibiarkan semakin parah, tapi selalu diusahakan agar segera ada perbaikan. Sehingga Dinkes bisa memberi pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.
 “Pengajukan perbaikan Pustu itu rencananya dari anggaran murni APBD Perubahan Banprov. Sebab, kondisi APBD Sumedang tidak dimungkinkan membiayai perbaikan ke-4 Pustu itu,” ujarnya.
Besaran anggaran untuk perbaikan 4 Pustu itu akan menelan biaya sekitar Rp 800 juta. Namun bila di perubahan (Oktober) nanti tidak ada realisasinya, maka Dinkes, lanjut Agus, akan terusmengajukan hingga ke-4 Pustu itu dapat perbaikan.
Disebutkan, rencana Program kegiatan prioritas daerah APBD Prov Perubahan 2016, Renovasi berat seperti Pustu Cikurubuk Buahdua yang mendapat urutan paling prioritas. Pustu Tegalmanggung Cimanggung. Pustu Nagrak Buahdua dan Pustu Wanasari Surian yang masing-masing Rp 200 juta per-Pustu.
Namun mungkin ada skala prioritas bagi yang lain, lanjutnya, sebab Dinkes hanya penerima dan pengguna. tapi mudah-mudahan pengusulan perbaikan ke-4 Pustu itu akan direalisasikan di perubahan anggaran sekitar Oktober mendatang.
“Bila masyarakat menganggap Dinkes tidak memperhatian kondisi Pustu yang rusak itu, sangat tidak benar. Sebab Pustu yang rusak itu menyangkut karyawan saya juga yang berkerja disitu. Sebab bagaimana mungkin dia bisa memberi pelayanan optimal, jika tempatnya (Pustu) rusak parah,” tuturnya.
Karyawan Pustu pasti takut kena tembok ambrol, apalagi untuk kepentingan umum. Sehingga tetap ke-4 Pustu yang rusak itu menjadi skala prioritas. Namun Diskes hanya punya kafasitas mengajukan, soal realisasi ada di tim anggaran pemerintah termasuk DPRD.
Seperti diberitakan koran ini di edisi sebelumnya, menyebutkan, bangunan Pustu Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua, belum lama ini roboh. Hal itu menurut warga, akibat kondisi bangunan Pustu sudah tua yang diperparah dengan minimnya pemeliharaan sehingga Pustu dibiarkan tak perfungsi.

Pelayanan kesehatan dipaksakan dengan menempati salah satu ruang kantor Desa Cikurubuk yang disulap menjadi IGD. Namun hal itu menjadi masalah, sebab kantor desa dipenuhi orang sakit. Bahkan lucunya, ketika desa menggelar rapat, maka jelema geuring ikut berbaur seolah ikut rapat.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar