Guru Nikah di Sekolah, Siswa Diliburkan

Rancakalong, Korsum
Sangat tidak elok karena kepentingan pribadi dan hal tersebut malah didukung oleh Kepala SMPN 1 Rancakalong, bahwa salah satu guru menikah di sekolah hingga pasang panggung sementara siswa diliburkan disaat disaat waktu belajar, Sabtu (20/8).
“Saya tanyakan ke anak saya, kenapa kamu tidak sekolah?, jawab anak saya, sekolahnya di pakai pernikahan guru pak Asep. Lho, saya heran, ko bisa yah, masalah pribadi memakai sarana umum, sarana pendidikan lagi, benar benar saya tidak mengerti, aneh semua pada tutup mata dan membiarkannya,” jelas salah seorang orang tua siswa yang enggan namanya dituliskan, saat dikonfirmasi Korsum, Senin (22/8), di kediamannya. Ia sebagai orang tua siswa, kata sumber, merasa senang dan ikut bahagia, namun dalam hal ini, apakah tidak bisa dilakukan resepsi pernikahan itu kalau mau memakai sarana umum dalam hal ini sarana pendidikan yaitu sekolah disaat hari libur?.
“Bukan mempermasalahkan pernikahannya tapi dalam hal ini, menikah ditempat sekolah disaat bukan hari libur sehingga siswa diliburkan, apa maksudnya ini?, atas kepentingan pribadi mengorbankan kegiatan belajar siswa, apakah ini contoh yang baik? Apakah tahu pihak dinas? Kalau tahu pihak Dinas Pendidikan, atuh meuren saruana,,” katanya lagi.
Lebih jauh sumber mengatakan, bukan hanya itu saja, lembar Kerja Siswa (LKS) pun beredar di sekolah anaknya, bahkan anaknyapun merenge renge untuk membeli LKS tersebut, karena teman teman yang lainnya sudah membeli LKS.
“Katanya sudah tidak boleh lagi adanya LKS, tapi masih saja beredar, bubarkan saja atuh Kelompok Kerja Guru (KKG) kalau tidak berjalan mah, terus terapkan lagi mau perbup ke, mau perda, agar peredaran LKS di sahkan, atau undang undang Disdiknas nya rubah, saya harus mengeluarkan uang untuk LKS tersebut lengkap di semua mata pelajaran hingga Rp.120 ribu, itu persiswa, kalau misalkan siswa ada dua ribu siswa sudah berapa kuntungan bagi baginya,” kesalnya.
Sementara, dikonfirmasi Korsum, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang, Unep Hidayat, mengatakan, soal guru menikah di sekolah disaat jam kegiatan belajar mengajar (KBM) artinya bukan hari libur itu tidak boleh, dan peredaran LKS pun sudah jauh jauh hari pihak dinas melarangnya.
“Guru nikah di sekolah itu tidak boleh disaat KBM, sekali saya katakan tidak boleh, soal LKS pun lebih awal bahkan jauh jauh haripun, pihak dinas melarang untuk jual beli LKS di sekolah,” singkatnya, Rabu (24/8), di ruang kerjanya.
Sebelumnya, ditemui Korsum, Rabu (24/8,) Kepala SMPN 1 Rancakalong, Utang Wahyudi, sedang tidak ada di sekolah, menurut staf Tata Usaha bahwa Kepsek sedang ke dinas, dan Korsum pun menyimpan nomor HP untuk bisa konfirmasi dengan Kepsek Utang Wahyudi, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak sekolah.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar