Honor Guru Ngaji Hilang Misterus

Kota,  Korsum
Sedikitnya 3000 guru ngaji Madrasah Diniah (MDA) non TPA mempertanyakan soal honorarium stimulan yang sudah dua tahun terakhir ini secara misterius menghilang seolah ditelan kelam. Honor guru ngaji itu tidak dibayar lagi Pemda Sumedang.
 Padahal sebelumnya, setiap tahun dari APBD honor itu selalu cair pada guru ngaji disetiap MDA.  Guru Ngaji mendapat honor Rp 50 ribu perbulan, dibayar tiap tahun sekitar Rp 600 ribu perguru. “Dulu biasanya sebelum Lebaran honor guru ngaji itu cair melalui Dinas Sosial,” kata Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sumedang, Nuroni Octora,  di kantor DPC PPP, Kamis (11/8).
Terakhir, lanjutnya, para guru itu mendapatkan honor ketika Bupati Endang Sukandar. Namun setelah bupati itu wafat, honor guru ngaji itu menghilang termasuk bupati diera Ade Irawan hingga kini Bupati Eka Setiawan.  Padahal dalam visi misi,  perhatian kesejahteraan untuk para guru ngaji itu hingga kini masih ada.
“Mengapa visi misi itu tidak dilaksanakan Pemkab Sumedang, seakan perhatian terhadap para guru ngaji lenyap seketika. Saat ini, honor para guru ngaji itu hanya dari BAZ (Badan Amil Zakat), tapi itu pun sangat terbatas karena hanya beberapa guru ngaji yang mendapatkan,” tandasnya.
Menurutnya, setiap anggaran yang sudah ada di pos APBD, pasti ada tidak akan hilang tapi mengapa tidak diberikan?.  Awalnya, Pemda Sumedang meminta forum guru ngaji harus terdaftar di Menkumham. Tapi setelah ditempuh aturan itu, tetap saja honor itu tidak ada.
“Jika terbentur soal teknis pencairan lanjutnya,  tergantung pemerintah jika ada niat baik. Sebab, bila tidak bisa dibagikan oleh forum, bisa saja dibagikan melalui SKPD terkait. Tinggal panggil guru ngaji,  bagikan secara masing-masing,” katanya.
Ditempat terpisah, menurut Sekda Sumedang, Zaenal Alimin di gedung Negara, Jumat (12/8) mengatakan, anggaran untuk honor guru ngaji itu akan dikaji kembali karena berkaitan kewenangan yang menyangkut soal hibah. “Itu ada, dianggarkan di hibah. Sedangkan aturan hibah (Kepmendagri) sejak tahun 2015 semakin ketat,” ujarnya.
Salah satu contoh menerima hibah, lanjutnya, bila organisasi kemasyarakatan atau yayasan harus terdaftar di Kementrian Menkumham minimal 3 tahun. Tentang keluar atau tidaknya honor guru ngaji, lihat dulu yang mengusulkannya karena yang bisa mendapatkan hibah itu ormas atau yayasan. sehingga bila ingin mendapatkan hibah itu harus dibentuk pengusulnya.

Namun menurut Bupati Sumedang Eka Setiawan mengatakan, hilangnya honor guru ngaji itu, pihaknya akan melakukan cek ulang. “Insya Allah kedepan Pemda akan kembali perhatikan para guru ngaji itu,” tandas bupati di Gedung Negara, Jumat (12/8).**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar