Ingin Menikmati Listrik Warga OTD Blok Cipondoh Harus Keluarkan Rp 15 ribu Perminggu

Kota, Korsum
Hampir satu tahun sudah penggenangan waduk jatigede dilakukan, akan tetapi hingga saat ini penanganan dampak sosial bagi warga Orang Terkena Dampak (OTD) belum merata, seperti infrastruktur yang belum juga diperbaiki. Selain itu, beberapa relokasi belum juga mendapatkan aliran listrik, seperti di Blok Cipondoh Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal, sehingga warga harus mengggunakan Genset, sementara itu untuk menghidupkan genset tersebut, warga harus patungan Rp 15 ribu setiap rumahnya untuk membeli bensin.
Seperti dikatakan oleh Apong Hasanah, salah seorang warga asal Desa Padajaya yang sekarang tinggal di relokasi Blok Cipondoh, bahwa hingga saat ini warga yang tinggal direlokasi belum juga mendapatkan aliran listrik, sementara untuk penerangan jika waktu malam datang, warga mengadalkan genset dan itupun hanya sampai jam Sembilan malam, karena keterbatasan bahan bakar.
“Nya listrik ge ayenamah ngandelkeun genset, eta oge mung kanggo lampu hungkul sareng paling dugi ka jam salapan weungi, da kaditumah dipareuman da bahan bakarna di irit-irit,” jawabnya saat dikonfirmasi Korsum, di kediamannya, Rabu (3/8).
Selain belum adanya listrik, Apong juga mengeluhkan infrastruktur yang belum memadai di tempat tinggalnya yang baru, seperti jalan yang hingga saat ini belum juga ada pembangunan, padahal jalan merupakan penunjang mobilisasi warga setiap harinya. “Nu paling parahmah jalan, ayenamah mendingan da teu hujan, mun musim hujan mah persis balong saat,” ucapnya.
Apong berharap, Pemkab Sumedang, memperhatikan kondisi warga OTD di relokasi, selain infrastruktur yang masih parah, hampir semua warga di blok cipondoh tidak mempunyai mata pencaharian yang  tetap, hanya mengandalkan dari hasil pancingan di waduk jatigede, karena untuk kembali menjadi petani seperti waktu di padajaya sudah tidak bisa, selain itu bantuan dari pemerintah juga sangat minim, hanya mendapat bantuan beras sebanyak empat liter setiap bulannya, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat. “Ya seharusnya pemerintah memperhatiakan kami, bertani sudah susah, keahlian lain tidak punya, jadinya sekarang kami hanya mengadalkan dari hasil pancingan saja,” harapnya.
Hal senada dikatakan Tenten yang juga tinggal di Blok Cipondoh, yang paling ia sangat heran kenapa para pejabat Sumedang pada diam saja melihat warganya seperti ini, padahal sudah banyak pejabat yang datang ke relokasi ini, sepeti Wakil Bupati yang kemarin baru dilantik jadi Bupati, Eka Setiawan yang pernah datang kesini. “Ya saya heran ko pejabat sumedang diam saja lihat kondisi warganya seperti ini, malah pa Eka Setiawan itu pernah kesini loh, ko tidak ada perubahan sampai sekarang, atau Cuma mau piknik saja,” timpalnya dengan nada kesal.
Pantauan Korsum di lapangan kondisi infrasruktur di Blok Cipondoh tampak tak terurus, selain kondisi jalan yang masih dari tanah, dilokasi juga terdapat tiang-tiang listrik yang bergeletakan di pinggir jalan.**[Acep Shandy]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar