Janjikan Jadi PNS Oknum Guru Minta Rp 60 Juta

Kota, Korsum
Dengan dalih menjanjikan korbannya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sumedang, diduga seorang oknum guru meminta uang pada korbannya mencapai Rp 60 juta per orang, namun setelah menerima uang janji oknum tersebut tidak terbukti, mengetahui dirinya tertipu korban mencoba meminta pada oknum guru tersebut untuk mengembalikan uangnya, akan tetapi hingga saat ini uang oknum guru tersebut belum juga mengembalikannya.
Hal tersebut, diungkapkan oleh korban berinisal F pada Korsum, Senin (15/8), di ruang kerjanya, di salahsatu SKPD di Sumedang, bahwa dirinya sudah tertipu hingga Rp 60 juta oleh seorang guru asal SDN Jatibungur Kecamatan Darmaraja, bernama Sri Juhriati alias Neneng.
“Saya sudah ngasih uang ke neneng (Sri Juhriati) salah seorang guru di SDN Jatibungur, yang katanya bisa membantu untuk menjadikan PNS, tapi hingga saat ini janji tersebut tidak terbukti, malahan sekarang dia susah dihubungi, setiap ditelepon selalu dialihkan,” tuturnya.
Menurut korban, awalnya dirinya merasa percaya dengan kata-katanya yang manis bisa membantunya dengan syarat harus ada uang uang pelicin, awalnya minta Rp 50 juta tapi setelah itu Neneng kembali meminta Rp 10 juta. Korban juga mengaku bahwa dirinya mempunyai bukti kwitansi dimana disitu ada tandatangan Neneng. “Ya awalnya saya percaya dengan kata-katanya, pertama dia minta Rp 50 juta tapi setelah itu meminta kembali Rp 10 juta, dan saya punya bukti kwitansi atas nam dirinya,” ungkap korban.
Karena merasa susah dihubungi berkali-kali tidak ada respon dan tidak ada itikad baik dari oknum guru tersebut, korban mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke Polsek Darmaraja, akan tetapi hingga saat ini belum diketahui apakah ditindaklanjuti atau tidak, pasalnya dirinya tidak menerima pemberitahuan kembali dari pihak Polsek Darmaraja.
“Saya sudah meminta Neneng untuk mengembalikan uangnya, akan tetapi saya telepon tidak pernah diangkat malahan dialihkan, akhirnya saya laporkan ke Polsek Darmaraja pada Bulan Ramadhan kemarin, tapi belum ada kabar lagi hingga sekarang, pernah saya datang ke polsek untuk menanyakan kelanjutan pelaporannya, jawabnnya dari salah seorang anggota, bahwa oknum tersebut susah dihubungi,” keluhnya.
Kapolsek Darmaraja, ketika dikonfirmasi membenarkan akan adanya pelaporan tersebut dan sekarang masih diproses oleh penyidik. “Ya memang benar ada pelporan tersebut, dan sekarang masih ditangani oleh penyidik, kalau bisa tanya saja ke penyidiknya,” jawabnya singkat, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (18/8).

Sementara itu, Sri Juhriati alias Neneng, ketika dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengenai permasalahan tersebut, teleponya langsung ditutup dan beralasan sedang ada kelas, dan melalui pesan singkatnya Neneng mengatakan, dirinya hanya ketitipan saja, dan ketika dihubungi kembali yang bersangkutan tidak mengangkat teleponnya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar