Kades Sirnamulya Tak Akan Cairkan ADD dan DD Tahap 2

Kota, Korsum
Realisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dianggapnya ribet, sehingga Kades Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara menyatakan, pihaknya tidak akan mencaikan ADD dan DD tahap 2 bila ada pencairan nanti.
Walau mendapat peringkat terbaik pelaksanaan realisasi ADD dan DD serta telah diajukannya permohonan pencairan ADD dan DD yang sisanya masih 50% dan 40%. Menurut pengakuan Kepala Desa Sirnamulya, Ujang Yusup, di ruang kerjanya, Jumat (12/8),  bahwa realisasi penggunaan ADD dan DD ribet. “Untuk itu, saya berencana tidak akan mencairkan ADD dan DD tahap 2,” sebutnya.
Kades mengatakan, rahasia keberhasilannya merealisasikan ADD dan DD tahap pertama 100%, karena dibantu oleh kemampuan stafnya yang melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing. “Dalam melaksanakan tugas, saya dibantu oleh mereka yang saya beri tugas sesuai tugas pokok masing-masing, dan bersyukur SDM mereka memadai untuk ukuran pekerjaan di desa kami,” akunya.
Pengakuan dari bendahara yang pada waktu itu sedang melaksanakan  jumsih bersama sekdes dan kadus di halaman balai desa mengatakan, kebersamaan dan keterbukaan yang dibudayakan oleh kades, membuat mereka selalu berpikir positif dan semangat dalam melaksanakan kerja.
Sementara, Kadus wilayah 2 Desa Sirnamulya Yusnandar, menambahkan, pihaknya tidak kesulitan mengajak warga untuk berswadaya, karena mereka sangat percaya akan keterbukaan kades, sehingga jalan yang diaspal antara Dusun Cibitung dengan Dusun Antaria  sepanjang 716 meter sesuai RAB realisasinya jadi 800 meter.
Selanjutnya menurut Ujang, pengaspalan di Dusun Gelewing Mariuk menurut RAB panjangnya 150 m terrealisasi 180 m karena partisifasi  swadaya warga.
Ditanya alasan tidak akan mencairkan dana ADD dan DD tahap 2, padahal relisasi ADD dan DD tahap pertama tidak ada masalah. Ujang mengatakan, bahwa penggunaan ADD dan DD ribet. “Penggunaan dana ADD dan DD sangat ribet untuk itu kami tidak akan mencairkan tahap ke 2 yang rencananya akan dikucurkan dulu sebesar 30%, sedangkan dalam RAB perencanaan pembangunan tersebut 50%, dari pada nanti bangunan terbengkalai lebih baik tidak mencairkan dulu yang 30% nanti saja bersamaan pencairan dengan yang 20%,” kilahnya.**[Suherly]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar