Kasus Sewa Tower e-RKS Kadisdukcapil Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun

Kota, Korsum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang, Kamis (18/8), telah melakukan penahanan terhadap Nana Sutisna, salah seorang tersangka kasus korupsi sewa tower e-RKS yang dinilai merugikan negara hingga Rp 830 juta lebih.
Nana yang kini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang itu, dijebloskan ke lapas Sumedang kelas II B untuk sementara waktu, yang nantinya akan digiring ke Lapas Sukamiskin Bandung.
Rentetan proses mulai pengumpulan data dan pengumpulan bahan dan keterangan (puldata pulbaket), hingga penyelidikan dan sampai kepada penetapan tersangka. Dan atas penetapan tersangka kepada dirinya itu, Nana melakukan upaya perlawanan hukum dengan mengajukan gugatan pra peradilan atas penetapan tersangka, namun berujung ditolaknya gugatan pra peradilan itu oleh majelis hakin pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A.
Atas perbuatannya itu, Nana terancam dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor) pasal 2 (dua) dan pasal 3 (tiga) dengan masa tahanan minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan denda antara Rp 200 juta hingga Rp 1 milyar.
“Sesuai undang-undang Tipikor pada pasal 2 (dua) ayat (1) menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara, dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 milyar,” sebut Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Sumedang, Erwin Koloway, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (19/8), melalui telepon genggamnya.
Lebih lanjut Erwin menuturkan, pasal 3 menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 20 juta dan maksimal Rp 1 milyar. “Adapun tentang persiapan persidangannya, kami usahakan akan dipercepat waktunya,” katanya.
Sebelum dilakukan penahanan, tim penyidik Kejaksaan Negeri Sumedang terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Nana melalui dokter dari klinik Pasanggrahan Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan, yang mana hasil pemeriksaan dokter dinyatakan dalam keadaan sehat.

“Keadaannya saat ini sedang sehat jasmani dan rohani, adapun penyakit gula yang dideritanya dalam keadaan normal,” singkat dr. Munawar, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (18/8), di lingkungan Kejari Sumedang.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar