Kasus Tower e-RKS Soal Penetapan Tersangka Putusan Majelis Hakim Tolak Gugatan Praperadilan

Bandung, Korsum
Seperti telah diberitakan sebelumnya dikoran ini, soal praperadilan yang dilakukan oleh Nana Sutisna karena menduga dengan penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Kajaksaan Sumedang beberapa waktu lalu, ada kesalahan prosedur, sehingga dengan dasar itu, pihak Nana dengan pengacaranya mengajukan praperadilan.
Dalam sidang Praperadilan selama tujuh hari yang dibuka untuk umum, dilaksanakan di Pengadilan Negeri Bandung kelas 1 A yang dimulai pada hari Kamis (4/8) sampai pada putusan sidang pada hari Jumat (12/8) pukul 15.15 wib sidang dimulai, dengan putusan majelis hakim menolak atas permintaan pemohon (Nana), yang artinya Kejaksaan Sumedang melakukan penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur.
“Pemohon (Nana) dalam sidang putusan oleh hakim praperadilan ditolak atas yang dimohonkannya, objek yang di praperadilan adalah mengenai penetapan sah tidaknya tersangka oleh penyidik, yang ditolak oleh hakim, ternyata, penetapan tersangka itu sah menurut hukum, sesuai dengan hukum acara pidana,” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejaksaan Sumedang, Deny Merincka, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (12/8), usai persidangan di lingkungan Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A.
 Dikatakan Deny, bahwa penetapan tersangka juga berdasarkan dua alat bukti, diantaranya, pihak termohon (Kejaksaan Sumedang) telah menghadirkan pihak dari inspektorat, dan saksi saksi lainnya, antara lain, Kepala BPMPT Kabupaten Sumedang yang pernah menjadi Kepala Dishubkominfo Kabupaten Sumedang, sebelumnya H. Ade Setiawan dan alat bukti surat lainnya.
“Lamanya proses sidang praperadilan itu selama tujuh hari dan sudah harus diputus, soal biaya sidang praperadilan, karena pemohon (Nana) kalah dalam praperadilannya maka majelis hakim praperadilan menjatuhkan biaya perkara tersebut dibebankan kepada pemohon,” jelasnya.
Sementara, dikatakan Nandang Suherman, sebagai Pemerhati Kebijakan publik soal persidangan praperadilan dengan dasar adanya kesalahan prosedur atas penetapan tersangka yang dilakukan oleh Penyidik Kejaksaan Sumedang yang kini persidangan tersebut sudah putusan dengan dinyatakan oleh Majelis Hakim Praperadilan bahwa Pemohon (Nana) ditolak apa yang disangkakan adanya kesalahan prosedur atas penetapan tersangka bagi pemohon (Nana).
“ Kalau dalam praperadilannya Nana ditolak oleh majelis Hakim artinya penetapan tersangka oleh jaksa adalah benar dan tidak menyalahi prosedur, berarti pemeriksaan atas ditetapkannya tersangka terus bergulir, dan perkara tersebut pada akhirnya dilanjutkan, dan hal tersebut dengan adanya praperadilan itu bagus bagus aja bahwa pemeriksaan oleh Kejakasaan Sumedang sudah baik,” kata Nandang, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (12/8), melalui telepon selulernya.

Nandang menambahkan, dengan dimenangkannya sidang praperadilan oleh Kejaksaan Sumedang saya katakana sekali lagi, bahwa jaksa sumedang sudah benar tinggal melanjutkan saja, tidak ada hal yang istimewa atas praperadila itu, hanya, untuk di Kabupaten Sumedang baru pertama kali terjadi praperadilan, Cuma, jangan sampai gara gara praperadilankan proses penahanan Nana dipercepat.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar