Kelola Zakat Fitrah Baznas Kabupaten Sumedang Dinilai Kurang Profesional

Kota, Korsum
Membayar Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh kaum muslimin. Dan hal itu oleh sebagian mereka dipenuhi dengan membayarkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang yang sebelumnya dikoordinir oleh dinas dan instansi yang telah ditunjuk oleh panitia. Namun ironisnya meski sebagian dari masyarakat sudah membayar tapi didalam laporan tertulis Baznas Sumedang diklaim belum membayar dan hal itulah yang menjadi salah satu kekecewaan sebagian dari mereka yang telah menunaikan kewajibannya yakni membayar zakat fitrah sesuai waktu yang ditentukan.
Saya sudah membayarnya dan ini bisa dilihat dari bukti penerimaan dan kwitansi yang ada pada saya, tapi anehnya dalam laporan yang ada di Baznas Sumedang, kami belum menyetorkan itu, kan berarti sama halnya kami dianggap belum membayar,” kata sumber Korsum yang namanya enggan dikorankan,  Selasa (26/7), di tempat aktifitasnya.
Diktakannya, Baznas sebagai lembaga yang dipercaya oleh masyarakat sudah seharunya bertindak profesional, dan atas permasalah ini, ia (sumber Korsum) mengaku merasa malu sebab takut disuuzhoni oleh orang-orang yang telah menitipkan zakat melaluinya.
Selain takut di suudzoni, saya pribadi juga merasa malu terhadap mereka yakni orang-orang yang telah pempercayai saya dan menitipkan zakatnya untuk disetorkan ke BAZ Sumedang,” jelasnya.
Lebih jauh sumber Korsum mengatakan, dari data yang ia punya ada beberapa dinas instansi unit seperti kelurahan, kecamatan dan UPTD pendidikan dan PNF yang terlihat tidak tertuliskan laporan atau nominal jumlah rupiahnya oleh Baznas Kabupaten Sumedang.Yang saya tahu yakni Kelurahan Regolwetan, kelurahan Cimameungpeuk, kelurahan Kotakulon, kelurahan kota Kaler, kelurahan Talun, Kelurahan Situ, Kecamatan Surian, Kecamatan Buahdua dan Kecamatan Tanjungmedar, itu semua tidak tertulis dalam rekapan laporan tertulis dari Baznas Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
Dikonfirmasi Korsum, melalui telepon selulernya, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang melalui wakilnya H. Suhara mengatakan, terkait permasalahan Zakat Fitrah tersebut unit pendidikan yang tidak tertulis laporannya hanya Sukasari dan itu telah dikonfirmasi.
”Jadi, pada intinya si bendaharawannya baru menyerahkan kemarin tanggal 25 kemarin, jadi tidak kami masukan pada zakat fitrah, tapi masuk dalam infak Sodaqoh jadi kekeliruan bukan ada di Baznas,” katanya, Jumat (29/7), melalui telepon genggamnya.
Dikatakannya, untuk unit pendidikan Kecamatan Buahdua ada salah presepsi yakni salah lihat data daftar.UPTD dan PNF Kecamatan Buahdua sudah membayar yang belum menyetorkan adalah pihak dari instansi Kecamatan Buahduanya, bukan UPTD-nya,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, dari 7 kelurahan, yang masuk pada Baznas hanya kelurahan Pasanggrahanbaru.Tadinya diharapkan dari Tujuh Kelurahan terutama semua pegawai yang statusnya PNS membayar zakat fitahnya ke Baznas tapi ternyata hanya sampai dikelurahan tidak nyampai ke Baznas dan artinya bukan berarti PNS disitu tidak membayar Zakat fitrah, dan juga artinya juga bukan masyarakatnya, karena masyarakat tidak dikelola di kelurahan,” jelasnya.**[Fathul Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar