Lembaga BPSK Kurang Disosialisasikan

Kota, Korsum
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) adalah salah satu lembaga yang melayani  langsung serta dapat dirasakan secara langsung pula  oleh masyarakat dan gratis. Tetapi keberadaan lembaga tersebut belum banyak diketahui akibat kurangnya sosialisasi. Kebanyakan masyarakat masih menganggap bahwa peradilan itu sangatlah mahal. Mereka harus membayar mahal untuk mendapatkan keadilan sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat miskin.
Panitera BPSK, Hendra, kepada Korsum beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya ingin sekali mensosialisasikan, tetapi masih kendala dalam hal anggaran. Tetapi, meskipun pendanaannya sangat terbatas terutama biaya operasional, namun lembaga ini tetap eksis dalam menjalankan pelayanan, sedangkan masyarakat yang mengadukan masalahnya bukan saja warga Sumedang, tetapi banyak pula dari luar Kabupaten Sumedang seperti Cirebon, Tasikmalaya, Garut dan beberapa kota lain di luar Sumedang. Sudah banyak permasalahan konsumen yang diselesaikan di lembaga ini.
“Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan, BPSK lebih dekat dengan konsumen, banyak hal-hal yang cukup menyulitkan, misalnya kami harus mengirim surat panggilan ke luar kabupaten yang cukup jauh dan makan biaya. Surat panggilan itu tidak bisa dititipkan atau melalui telepon, tetapi harus benar benar dikirim secara langsung,” terangnya.
Iwan Sunarya, salah seorang warga dari Kecamatan Rancakalong mengatakan, dirinya dari kalangan masyarakat miskin, merasakan bahwa BPSK sangat membantunya. “Kami tidak mungkin mengadukan permasalahan kami ke lembaga peradilan umum, karena biayanya sangat mahal. Sedangkan di BPSK dilayani secara gratis,” katanya.**[Asep Nandang]  
  

Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar