Menjamurnya Pasar Modern Sebagai Ketidakberpihakan Pemerintah Terhadap Koperasi

Kota, Korsum
Upaya konkrit untuk penguatan SDM dalam tata kelola koperasi secara periodik dan berjenjang mulai generasi, pelaku UKM dan anggota koperasi melalui Gerakan Koperasi. Gerakan ini juga mengadvokasi kebijakan publik terkait dengan masih rendahnya keberpihakan pemerintah terhadap koperasi dan UKM. Budgeting bagi koperasi masih sangat rendah termasuk dari kelembagaan. Seharusnya koperasi ini berdiri sendiri sebagai satu lembaga atau instansi. Tapi di Sumedang sekarang digabung atau dilebur dengan instansi lain.
“Yang paling utama dari gerakan koperasi ini adalah koperasi akan tumbuh dan berkembang manakala unsur pemerintah, legislatif serta semua komponen koperasi bersama-sama berjuang membangun era koperasi yang saat ini terkesan dikuasi kapitalis,” ujar H. Asep Sudrajat, Direktur Pinbuk (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Kabupaten Sumedang.
Ketidakberpihakan pemerintah, sebut Asep, bisa dilihat dari tumbuhkembangnya pasar-pasar modern, meskipun dalam kompetisi pasar bebas mereka mendapat porsi. “Tapi jangan juga pemerintah menjadi hipokrit. Satu sisi pemerintah ingin mengembangkan koperasi dan UKM tapi di sisi lain pemerintah pun banyak memberikan perijinan kepada pasar-pasar modern,” ujarnya lagi, Minggu, (7/8) lalu.
Pasar modern memang memiliki investasi tinggi dan dapat menyerap tenaga kerja, tapi dari sisi kompetisi usaha berapa banyak pelaku koperasi dan UKM yang dimatikan. Sehingga ini tetap menjadi fokus pelatihan gerakan koperasi untuk mengadvokasi kebijakan publik.
Asep menuturkan, sikap gerakan koperasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), memang tidak boleh dan tidak bisa mundur. Koperasi harus memperkuat jatidiri sebagai sebuah gerakan yang masif dan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena, kalau tidak ada spirit untuk bekerja sama atau berkoperasi maka semua bentuk usaha akan dikuasai oleh kapitalis.
“Dengan menghimpun kekuatan, kalau koperasinya kuat maka serangan kompetitor dari Asean bahkan Asia manakala terjadi World Trade Organization (WTO), kita akan semakin siap,” tuturnya.
Produk UKM kita, lanjutAsep, sudah layak jual ke tingkat dunia. Contoh, beberapa produk tekstil dari Tasik atau Tanah Abang banyak diekspor ke Saudi Arabia ketika musim haji. Jangan sampai kita kalah oleh Cina yang mayoritas bukan muslim tapi pandai memanfaatkan peluang. “Ketika musim haji, mereka pun memproduksi ihram, tasbih terutama mainan anak-anak. Artinya pelaku-pelaku UKM Cina lebih siap untuk ekspansi keluar dari negaranya,” katanya.
Di hari koperasi ini, sudah saatnya menjadi momentum kita memberikan support yang kuat kepada pelaku koperasi dan UKM ini untuk bisa tandang atau keluar. “UKM kita itu harus berbenah dari internal, kualitas dan kapasitas produksi harus betu-betul diperhatikan dan yang paling utama adalah packaging (pengemasan),” imbuhnya.
Namun berbeda dengan yang diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopinda) Kabupaten Sumedang, H. Dicky Rubiana Abdullah. Menurutnya, sebagai upaya mendorong perekonomian Kabupaten Sumedang, semua bidang ekonomi harus didukung termasuk bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang keberadaannya dinilai sebagai pilar perekonomian bangsa Indonesia.

 “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Meski kelihatannya kecil, namun bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia setelah pertanian dan Industri. Karenanya, pemerintah terus memperhatikan keberadaan pelaku UMKM di Sumedang, dengan memberikan sejumlah kemudahan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan peluang modal usaha bagi masyarakat pelaku UMKM melalui kredit Kusuma Bank Sumedang dengan persyaratan yang mudah dan bunga ringan. Bahkan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar yang saat ini sedang dievaluasi.
“Sedikitnya terdapat tujuh ribu pelaku usaha di Sumedang bisa memanfaatkan dana tersebut. Saya juga berharap ada bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat,” pungkasnya.**[Hendra]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar