Merasa Tanahnya Diserobot Warga Linggajaya Minta Ganti Rugi Rp10 juta Permeter

Cisitu.Korsum
Merasa geram dengan ulah pengembang pelebaran jalan akses batu dua yang tanpa permisi menyerobot tanah miliknya, warga akan minta ganti rugi tanahnya Rp. 10 juta permeter, kalau tidak mau warga akan menempuh jalur hukum.
Hal tersebut dikatakan Iyan dan Sutisna warga Dusun Ramoseh, Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu bahwa, sekarang ini warga merasa tanahnya sudah diserobot oleh pengembang pembangunan pelebaran jalan akses batu dua tanpa permisi, selain tanah juga ada beberapa tanaman keras dan tanaman lainnya dikebunnya yang sudah hilang pasca tanahnya di beko oleh pengusaha. "Kami akan minta ganti rugi Rp. 10 juta permeter kepada pengembang karena tanpa permisi menyerobot tanah kami untuk pelebaran, selain itu ada tanaman kami yang ikut raib pasca pelebaran jalan, jadi atas dasar itu kami minta pengusaha harus membayarnya". Tuturnya saat dikonfirmasi Korsum di kantor Desa Linggajaya Rabu (3/8). 
Iyan juga menambahkan bahwa kalau saja pihak pengembang ataupun pemkab tidak mau mengikuti kemauan warga, mau tidak mau warga akan menempuh jalur hukum."Ya dasar kita minta Rp. 10 juta kan tanah kita diserobot tanpa permisi, selain itu ada tanaman keras yang sekarang sudah tidak, kalaupun nanti mau dihitung dan diukur tanah dan pohon, bagaimana kan pohonnya sudah tidak ada tahu kemana". Ucapnya dengan nada kesal
Sementara itu dikonfirmasi akan kemauan warganya tersebut, Kepala Desa Linggajaya, Ano Sutarna mengatakan bahwa, mengatakan dirinya baru tahu kalau ada permintaan warganya seperti itu, dan menurutnya kalau memang warga mau ganti rugi sebanyak itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan warga."Saya baru tahu kalau permintaan warga seperti itu, nanti saya nanti tanyakan dulu ke warga". Tuturnya saat dikonfirmasi Korsum diruang Kerjanya Rabu (30/8).
Lebih lanjut ano juga mengatakan kalaupun nantinya ada ganti rugi terhadap warga yang tanahnya terkena pelebaran jalan, pasti yang jadi patokan adalah perhitungan ganti rugi tanah seperti di waduk jatigede, tapi itupun nanti karena harus musyawarah terlebih dahulu dengan warga dan pihak terkait". Pungkasnya **(Acep Shandy) 
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar