Merasa Tersisih, Kades Disebut Pilih Kasih

Tanjungkerta, Korsum
Pembangunan wilayah desa seharusnya adil dan merata sehingga tidak ada kesan main tebang pilih dan pilih kasih. Namun di Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta pembangunan wilayah itu tidak merata ke semua dusun, sehingga kades dalam mengalokasi Dana Desa seolah ada tebang pilih dan pilih kasih, sehingga ada warga yang merasa tersisih dalam hal pembangunan wilayah.
Tebang pilih dan pilih kasih Kades Gunturmekar itu dirasakan warga Dusun Bakanjati, yang katanya infrasuktur jalan di dusun itu tidak pernah ada perbaikan seolah dibiarkan dengan kondisi rusak makin parah. Meskipun tiap tahun desa itu terima Dana Desa. Tapi infrasuktur Dusun Bakanjati tak pernah tersentuh Dana Desa.
“Kami prihatin dan kecewa karena selalu tersisih dalam pembanguan wilayah. Pasalnya, kondisi jalan Dusun Bakanjati dibiarkan keadaan amburadul, apa lagi di wilayah ini ada pesantren Darul Falah. Apakah kades tidak melihat kondisi jalan seperti ini?,” ujar warga yang tidak disebutkan namanya, Selasa (24/7).
Kondisi jalan hancur tersebut sering diusulkan termasuk dalam Musrenbang. Namun, lanjutnya, tetap tidak ada perhatian. Padahal infrasuktur jalan yang parah tingkat kerusakannya, terdapat di Dusun Bakanjati.  Sementara dana desa selalu dialokasikan ke dusun lain.
“Kami tidak menuduh korupsi, tapi seharusnya kades itu lebih memprioritaskan kepada sarana dan prasana yang dinilai lebih parah. Namun kenapa kondisi jalan Bakanjati tidak ada perhatian, malah setiap DD turun selalu dialokasikan ke dusun lain. Kades itu dirasakan pilih kasih,” katanya kecewa.
Ditempat terpisah, menurut Wahyu, Sekretaris Desa Gunturmekar, di kantornya, Rabu (27/7), mengatakan, Dana Desa tahap I di alokasikan ke lima titik seperti PAUD Nurulzanah, PAUD Anugrah sebesar Rp 45 juta di Dusun Narogong termasuk Sarana Air Bersih  (SAB) sebesar Rp 30 juta.
“Pembangunan Drainase di Dusun Nagrak Rp50 juta dan pembangunan jalan Pasirbatang Rp 45 juta hingga total dana sekitar Rp 170 juta. Sementara pelaksanaan pengerjaan di laksanakan panitia lokal dan dibantu oleh Kepala Dusun, Rt dan Rw, serta masyarakat,” sebutnya.

Hal ini di benarkan Wahyu Kurnia, Kepala Desa Guntur Mekar, saat ditemui koran di ruang kerjanya, Rabu (27/7), bahwa Dana Desa tahap I dialokasikan untuk lima titik yang besaranya Rp 170 juta dan pelaksanaan oleh panitia lokal dan masyarakat.**[indang/yf]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar