Meski WTP Temuan LHP BPK-RI Sumedang Tembus Rp 800 Juta

Kota, Korsum
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Tahun 2015 yang dikeluarkan antara 30-31 Mei dan 1 Juli 2016, ditemukan adanya indikasi penyimpangan keuangan senilai Rp 800 juta lebih pada Pemerintahan Kabupaten Sumedang. Dan hal itu dinilai masih relatif kecil dibandingkan kabupaten/kota yang ada di wilayah priangan timur, sehingga wajar jika Pemkab Sumedang memperoleh WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).
Totalnya sekitar senilai Rp 888.887.875 dan itu relatif kecil dibandingkan temuan BPK-RI pada pemerintahan Kabupaten/Kota lain yang ada di wilayah Priangan Timur,” kata pemerhati anggaran, Nandang Suherman, melalui telepon selulernya, Jumat (19/8)
Dikatakannya, pada temuan BPK-RI tersebut, Pemkab Sumedang terkecil kedua setelah Ciamis, kendati demikian dari jumlah yang menurut BPK-RI sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang tersebut. “Indikasi terbesar yaitu di Kabupaten Tasikmalaya dan Garut yang mencapai 3,92 miliar sedangkan temuan terkecil terdapat di Kabupaten Ciamis yakni Rp.513 Juta dan untuk Kabupaten Sumedang Rp 802 belum dikembalikan,” jelasnya.
Lebih jauh ia mengatakan, berdasarkan aturan, temuan LHP BPK ini harus ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah tidak boleh melebihi 60 hari sejak diserahkan ke pemerintahan kota/Kabupaten masing-masing tidak menindaklanjutinnya maka temuan penyimpangan keuangan negara ini harus ditindak lanjuti oleh penegak hukum.
Dalam LHP BPK disebutkan, ada hasil pemeriksaan atas sitem pengendalian internal dan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap Undang-undang dan untuk pemeriksaan sistem pengendalian internal sifat sanksinya hanya memperbaiki sistem administrasi sementara kalau kepatuhan tehadap undang-undang dapat ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum jika tidak dikembalikan,” jelasnya.

Beberapa temuan BPK, lanjut Nandang, terdapat di beberapa instansi dinas di kabupaten Sumedang yakni Akper, Ciptakarya, SDA dan Disparpora. Jadi, bila dilihat dari pengelolaaan keuangan sudah relatif bagus karena Sumedang sudah dua kali WTP,” pungkasnya.**Fathul Arif
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar