Pembangunan PLTA Jatigede Terkendala Sebagian Warga Masih Bertahan Di Lokasi PLTA

Jatigede-Korsum
Pelaksanaan Pembangunan PLTA Jatigede di Dusun Parakankondang masih terkendala Penyelesaian permaslahan sosial pengadaan tanah di lokasi tersebut. Pasalnya, sebagian warga menuntut keadilan dan hak yang layak.
Menurut kepala desa setempat, warganya menuntut kenaikan dana bantuan relokasi karena dianggap masih kurang dan tidak manusiawi. “Beberapa warga meminta kenaikan dana kerohiman atau bantuan relokasi, yakni dari sepuluh juta sepuluh ribu rupiah menjadi lebih tinggi lagi,” kata Kades, di tempat aktifitasnya, Kamis (4/8).
Sementara, menurut Sekretaris PPWJ (Perkumpulan Perlindungan Warga Jatigede) Tatang Supriatna, sesuai permintaan dari PT PLN (Persero) unit induk pembangunan Jawa Bagian Tengah I melalui Manajemen Bidang Hukum, Komunikasi dan Pertanahan ,Kateni telah memberikan tugas  dengan nomor surat 0603/kom.00.01/UIPJBTI/2016 untuk membantu dalam pelaksanaan penyelesaian permasalahan sosial.
“Jadi, menurut kami terkait keinginan sebagian masyarakat untuk mendapatkan dana kerohiman atau bantuan relokasi sama dengan OTD Waduk Jatigede seuai Perpres nomor I tahun 2015 tentang penyelesaian dampak sosial jelas tidak mungkin, karena ruang kerjanya terpisah antara OTD Waduk Jatigede dengan PLTA atau PLN. Proses lahirnya Perpres salah satunya mengacu kepada alas ruang sosial yang terpisah dan dasar bagian yang berbeda,” katanya, di lokasi PLTA Parakankondang.
Sementara, ditempat yang sama, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang Dadang Romansyah, mengatakan dan perpendapat serupa, yakni ada perbedaan antara pembangunan Waduk Jatigede dan pelaksanaan pembangunan PLTA yang ada di Parakankondang. “Kalau sebagian warga keukeuh meminta dana lebih dari Sepuluh juta sepuluh ribu yang telah disepakati oleh sebagian banyak warga dan pihak PLN tapi sebagian warga menuntut kenaikan, maka harus menunggu peraturan yang baru dan itu memakan waktu yang lama,” katanya, di lokasi PLTA Parakankondang, Kamis (4/8).

Menurut Dadang, sebenarnya pihak PLN sudah berbaik hati dengan kebijakannya, yakni memberikan dana bantuan untuk membantu relokasi warga dan untuk biaya hidup selama enam bulan ditempat baru nanti, meski sebenarnya itu bukan merupakan kewajiban dari pihak PLN. “Kami meminta kepada sebagian warga yang masih menuntut kenaikan dana bantuan dari PLN untuk tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mengiming- imingi akan mendapatkan uang lebih jika masih bertahan di lokasi pembebebasan PLTA. Saat ini masih tersisa sekitar enam rumah yang masih bertahan dilokasi PLTA dan berharap ada kenaikan bantuan relokasi**[Fathul Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar