Penerapan DD Pembangunan Jalan Lingkungan Disoal Warga Desa Sukamenak


Darmaraja, Korsum
Penerapan Dana Desa (DD) Sukamenak Kecamatan Darmaraja untuk pembangunan jalan lingkungan dengan anggaran Rp 75 juta untuk 17 RT disoal warga Desa Sukamenak, pasalnya pada kesepakatan awal di rapat desa, diputuskan bahwa setiap RT dianggarkan Rp 5 juta, akan tetapi seiring waktu dan tanpa kesepakatan kembali, tiap RT hanya mendapat Rp 3,4 juta dan bukan berupa uang, melainkan material.
Seperti dikatakan salah seorang warga yang sebelumnya menjabat RT  dan mengundurkan diri, bahwa pada saat diadakan rapat di desa disepakati bahwa nantinya untuk pembangunan jalan lingkungan yang didanai dari DD dianggarkan Rp 5 juta per-RT, akan tetapi justru terjadi perubahan dan turun menjadi Rp 3,4 juta berupa material tanpa memberitahukan kembali ke tiap RT, selain itu juga ada keganjilan dimana material yang diterima tidak sesuai dengan RAB yang diterima oleh masing-masing RT.
“Ya intinya saya heran dengan kebijakan desa, dimana dalam rapat awal disepakati bahwa untuk pembangunan jalan lingkungan tersebut dianggarkan Rp 5 juta per-RT dan berupa uang, akan tetapi yang diterima sekarang Rp 3,4 juta itu pun berupa barang yang kalau ditaksir tidak akan mencapai dengan yang dianggarkan, saya contohkan untuk pasir seharusnya kan diterima 3,2 M3 per-RT, akan tetapi yang diterima tidak akan sesuai kenyataannya,” tuturnya kepada Korsum, Senin (25/7), di kediamannya dan meminta namanya tidak disebutkan.
Menurutnya, selain terjadi permaslahan tersebut, sekarang bahwa pengadaan material untuk pembangunan jalan lingkungan itu juga dipasok langsung oleh kepala desa sendiri dan bukan oleh panitia pelaksana. “Itu kan ada panitia pelaksana, tapi sekarang yang membelanjakan langsung oleh kuwu,” ungkapnya.
Ia mengaku, sudah menanyakan kepada panitia pelaksana mengenai perubahan anggaran tersebut, akan tetapi panitia pelaksana tidak bisa menjawab dan menyarankan untuk menanyakan langsung ke kepala desa. “Saya sudah tanya ke ketua pelaksana yang membuat RAB, akan tetapi tidak bisa menjawab dan menyarankan menanyakan langsung ke kepala desa,” kesalnya.
Dikonfirmasi Korsum, mengenai permasalahan tersebut, Kepala Desa Sukamenak, Enco mengatakan, apa yang dikatakan warga tersebut tidak benar dan mungkin mereka tidak mengerti bahwa dari yang dianggarakan Rp 75 juta tersebut dari DD itu belum dipotong sama PPH dan PPN, selain itu juga bahwa pada rapat di desa disepakati bahwa setiap RT hanya dianggarkan Rp 4,4 juta lebih bukan Rp 5 juta, dan itu belum dipotong PPH dan PPN. Jadi, setelah dikenakan pajak tersebut, tiap RT mendapatkan Rp 3,4 juta, dan RAB yang dibuat sudah sesuai dengan Perbup.
“Ya kalau ada yang mengatakan itu, saya pastikan hanya keterangan palsu, pasalnya hasil kesepakatan waktu rapat di desa, disepakati Rp 4,4 juta lebih bukan Rp 5 juta, selain itu mereka mungkin tidak mengerti bahwa ada PPN dan PPH yang harus dibayar, jadi tidak mungkin segitu lah kan sudah kena PPN dan PPH 11 % sesuai Perbup,” sebut Enco, melalui sambungan teleponnya, Jumat (29/7).
Enco juga menjelaskan, kebijakan pelaksana kegiatan diberikan material kepada tiap RT bukan berupa uang, itu untuk mengantisipasi kalau ada hal yang tidak diinginkan, dan material untuk pembangunan jalan lingkungan tersebut itu dibelanjakan langsung oleh panitia pelaksana bukan olehnya, hanya saja waktu pengangkutan pasir memang memakai kendaraannya, karena kalau mobil besar tidak bisa masuk dan rawan jika masuk ke jalan desa.
Menurut Enco, semua tudingan yang diarahkan kepadanya itu hanya ketidaksenangan dari orang-orang yang tidak menyukainya, dan bisa dikatakan lawan politiknya dan itu sudah berlangsung lama. “Ya saya pastikkan bahwa tudingan itu tidak benar, pasti itu sumber yang tidak menyukai saya dan juga lawan politik saya,” pungkasnya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar