Publik Hearing Retribusi Jasa Umum

Kota, Korsum
Pansus 1 DPRD Sumedang menggelar Publik Hearing dengan sejumlah instansi pemerintah Kabupaten Sumedang tentang Perubahan Kedua Atas Retribusi Jasa Umum Perda Nomor 3 Tahun 2011 Dan Perubahan Atas Perda Nomor 4 Tahun 2011, Rabu (3/8) di ruang Paripurna DPRD Sumedang.
 Terkait masalah retribusi pendapatan jasa menara telekomunikasi, Ketua Pansus 1 Jajang Heryana menjelaskan, jika pendapatannya belum masuk kepada pendapatan daerah. “Sejak tahun 2015 hingga sekarang, retribusi dari pemanfaatan ruang daerah untuk menara telekomunikasi belum masuk ke kas daerah. Karena meskipun keputusan MK-nya pada tahun 2015, tapi pemerintah daerah belum menyesuaikan keputusan MK itu dengan Perda baru,” ujarnya.
Karena itu, Pansus 1 harus bekerja ekstra keras untuk bisa memasukan retribusi tersebut pada perubahan APBD mendatang supaya Pendapatan Asli Daerah dipastikan bakal meningkat. Contohnya, retribusi pemanfaatan ruang daerah untuk menara telekomunikasi, itu dipastikan di perubahan APBD ini akan masuk. Sementara untuk target PAD sendiri dari retribusi daerah, itu harus dihitung dengan Dinas Pendapatan.
“Yang jelas, pemerintah daerah akan menaikan target PAD apabila 2 buah Raperda retribusi ini ditetapkan. Karenanya, Pansus 1 medorong pemerintahdan DPRD secepatnya melakukan pengambilan keputusan (Pengtus),” sebutnya.
Selain itu, Jajang juga meminta kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan alat penunjang retribusi tersebut. Yakni, pemerintah daerah agar meningkatkan pelayanan dengan melakukan peremajaan terhadap alat-alat berat yang dimiliki. Karena meskipun masih bisa dipergunakan tapi tentunya tidak akan maksimal.
Dalam raperda ini, sewa alat berat akan diubah dari perhari menjadi perjam. Hal ini memperhatikan keluhan dari penyewa yang merasa dirugikan bilamana menyewa alat berat saat musim penghujan. Meski hanya dipakai hanya 2 jam, tapi pengusaha harus bayar full sehari.
Begitu juga halnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang masih kekurangan armada truk pengangkut sampah. Dan ini yang harus jadi perhatian pemerintah daerah, karena jika ingin menaikan retribusi tetapi pelayanan tidak optimal, maka resikonya kita akan ditinggalkan masyarakat. “Armada yang ada sekarang masih menggunakan keluaran tahun 80an, jadi sudah tidak layak lagi,” ujar Jajang.
Sementara itu, rencana kenaikan tarif sampah tak banyak dikeluhkan masyarakat selama pelayanan yang diberikan sangat baik dan maksimal. Termasuk bakal dinaikannya retribusi sampah untuk supermarket dan sejenisnya menjadi Rp 1 juta perbulannya.
Perwakilan Griya Plaza Sumedang, Herdiyana menyebutkan, karena sama-sama membutuhkan pelayanan, pihaknya tidak keberatan selama pelayanan dari pemkab pun baik dan maksimal.
Griya Plaza sendiri, kata Herdiyana, setiap harinya menghasilkan sampah sebanyak lima gerobak. Namun petugas sampah hanya mampu menarik dua gerobak saja setiap harinya. Pihaknya pun menginginkan penarikan sampah ini dilakukan bertahap sepanjang hari karena sampah tidak dihasilkan dalam sekali waktu saja, melainkan sepanjang hari.
“Kami ingin seluruh sampah terangkut setiap harinya, jangan hanya pagi-pagi saja. Tapi karena kemampuan petugas penarik sampah hanya mampu dua gerobak dalam satu waktu penarikan saja, kami pun tak bisa berbuat apa-apa,” ujar Herdiyana.
Adapun sisa sampah yang belum ditarik petugas sampah, pihak manajemen supermarket membuang sendiri ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Dan setiap kali buang sampah , pihaknya harus mengeluarkan lagi biaya ke petugas sampah di TPAS sebesar Rp 50 000 per kubik.
“Jadi kalau dengan kenaikan biaya sampai Rp 1 juta pelayanan bisa bertambah, kami sangat senang sekali, karena kami pun tak perlu direpotkan membuang sampah sendiri ke TPAS,” pungkasnya.

Kabid Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman pada BLH, Yayat MT membenarkan, penarikan sampah saat ini terkendala faktor angkutan yang kurang optimal. Apalagi akses jalan menuju TPA Cibeureum sekarang masih dalam perbaikan.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar