Rasionalisasi Anggaran Dilakukan Agar Sumedang ‘Tidak Bangkrut’

Kota, Korsum
Awal mula dihantam dan cibir, soal pemangkasan anggaran karena adanya rasionalisasi 20% ditiap SKPD dari kegiatan berjalan, hal tersebut, hampir semua SKPD mengeluh, karena kegiatan dikurangi untuk menutupi apa yang menjadikan kebijakan pusat, maka dari itu, untuk menutupi kekurangan anggaran dan mengantisipasinya, Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang melakukan rasioanalisasi secara menyeluruh .
“Kabupaten Sumedang sekarang tidak akan limbung soal anggaran, karena rasionalisasi sudah dilakukan sebesar 20%, karena Kabupaten Sumedang lebih awal mengetahui rasionalisasi tersebut, berbeda dengan kabupaten yang lain, kabupaten yang lain sekarang kolaps, untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut, salah satunya untuk menutupi gaji pegawai,” jelas Kepala Bidang Anggaran pada BPKA Kabupaten Sumedang Asep Darmawan, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (26/8), jelang Rapat Anggaran dengan Banggar di lingkungan DPRD Kabupaten Sumedang.
Dilihat PMK 125, kata Asep, penghentian transper tunjangan sertifikasi seluruh Indonesia, Kabupaten Sumedang masih cukup anggaran tersebut untuk tahun 2016, karena secara nasional anggaran limbung, semisal yang sudah dipangkas anggaran DAK, dan DAU di daerah yang lain, hal tersebut bisa stabil kembali karena jerih payah agar Kabupaten Sumedang kedepan tidak kolaps, seandainya rasionalisasi Kabupaten Sumedang tidak dilakukan dimungkinkan nasibnya akan seperti yang lain sekarang ini.
“Langkah tepat Kabupaten Sumedang melakukan rasionalisasi lebih awal, sementara, daerah yang lain, mau rasionalisasi apa?, karena anggaran sudah hampir eksekusi semuanya, dan sekarang sudah mendekati triwulan keempat, dan hal ini, Kabupaten Sumedang mendapatkan apresiasi dari Kabupaten lain,” katanya.

Dikatakan Asep, ketika pihaknya melakukan sosialisasi di Jakarta, ada informasi bahwa Kabupaten Sumedang itu kenaikan DAU-nya hingga 10%, tapi pihaknya hanya menaikan sampai 6%, pada kenyataannya hanya naik 2%, dan hal itu bisa mengurangi 4% sekitar Rp 40 miliar yang rasionalisasi 30%. “Dan sekarang apa yang telah dilakukan rasioanalisasi kegiatan berjalan, dan itu sah juga, terus, kalau rasionalisasi tidak dilakukan kemarin dimungkinkan Sumedang akan bangkrut,” sebutnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar