Sebagian Wilayah Tergenang Waduk Jatigede Pemkab Sumedang Harus Benahi RUTR

Wado, Korsum
Setelah hampir satu tahun penggenangan Waduk Jatigede diresmikan dan sudah menenggelamkan ribuan hektar lahan di 4 kecamatan, sehingga menimbulkan banyak dampak, selain proses pembebasan lahan yang masih menyisakan persoalan terutama untuk jalan lingkar selatan, termasuk jalannya sendiri yang masih belum selesai, juga pengenangan waduk jatigede berdampak terhadap perkembangan pembangunan di kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah genangan, sementara itu hingga saat ini penataan ruang di kecamatan yang terendam belum juga dilakukan.
Seperti dikatakan oleh Camat Wado, Widodo Heru P, bahwa dirinya berharap agar segera dilakukan penataan ulang tata ruang terhadap kecamatan yang sebagian wilayahnya terendam, pasalnya seperti di Kecamatan Wado, kalau tidak dilakukan penataan ulang ruang kembali dikhawatirkan akan berdampak terhadap pembangunan.
“Saya sudah mendesak agar segera dilakukan perubahan RUTR di kecamatan yang sebagian wilayahnya tergenang, seperti di Wado kan sekarang perkembangan penduduk makin padat dengan adanya Waduk Jatigede, sementara sisa wilayah sudah padat masih banyak yang kosong, itupun lahan Perhutani, kalau tidak segera dilakukan bagaimana Kecamatan Wado bisa berkembang,” tuturnya, saat dikonfirmasi Korsum, di ruang kerjanya, Rabu (27/7).
Lebih lanjut Widodo mengatakan, sadar akan dampak tersebut, dirinya pernah mengemukakan akan perlunya perubahan RUTR tersebut pada saat diadakan pembahasan tentang RUTR. “Kita kan sudah mengajukan pada pembahasan RUTR di pemda, yang kewenangan akan perubahan RUTR itu kan bukan ada di saya, jadi harapannya Pemkab segera melakukannya agar pembangunnya merata,” sebutnya.
Menurut Widodo, sekarang ada beberapa pegusaha rumah makan yang harus pindah, dan terpaksa membangun di zona kuning, itu terpaksa dikasih rekomendasi, karena mereka adalah warga yang terkena dampak, tentunya mereka akan mencari lahan baru sebagai tempat usahanya.

“Ya mereka kan tadinya berusaha di wilayah genangan, sekarang sudah terendam dan membangun di zona kuning (zona untuk tanaman keras bukan pemukiman), masa kita larang, sudah diusir karena di wilayah genangan, masa kita larang untuk membuka usahanya kembali,” pungkasnya.**[Acep Sandy/Sony Gralifa/Renal Nur Alam]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar