Terkait Mutasi Rotasi esselon II Nandang Sebut bupati “ Gagayaan “

Kota, Korsum.
Disayangkan atas apa yang telah dilakukan oleh Bupati Eka Setiawan terkait dengan mutasi dan rotasi esselon II beberapa waktu lalu, meski hak prerogratif itu melekat, tidak serta merta begitu mudahnya melakukan mutasi, karena apa?, terkesan mutasi dan rotasi itu pemborosan kinerja karena bulan January 2017 SOTK baru, kenapa tidak dilakukan bersamaan saja?, apakah mutasi rotasi kemarin itu sudah sedemikian gentingkah kondisinya?, apalagi ditambah dalam beberapa waktu dekat inipun akan melakukan kembali mutasi dan rotasi esselon III dan IV.
“ Mutasi dan rotasi yang dilakukan oleh bupati Eka Setiawan itu hanya sekedar “gagayaan” (banyak tingkah) bahwa dia punya otoritas bisa melakukan seperti itu, tidak menunggu dengan sedikit waktu untukmenetapkan, kan ini ada SOTK baru? Yang disesuaikan dengan PP No 19 tahun 2016, geus ue atuh jangan suka ngutak ngatik karena juga sebentar lagi SOTK baru,” terang Nandang Suherman saat dikonfirmasi Korsum Jumat (26/8) melalui telepon genggamnya.
Soal apa yang dikatakan bupati Eka, kata Nandang, bahwa sebentar lagi juga akan melakukan lagi mutasi dan rotasi esselon III dan IV, karena kebutuhan organisasi bahwa hari ini, sesuai dengan hasil nanti bahwa ada klasifikasi Pemerintahan Daerah sedang ada assisment oleh Pemerintahan Pusat, mungkin Kabupaten Sumedang akan berbeda dengan kabupaten yang lain karena ada indikator bahwa akan ada perubahan.
“ Dalam semua itu, bupati punya kewenangan untuk melakukan itu, maksud saya, akan lebih baik konsolidasi dulu bukan perubahan perubahan yang drastis tanpa ada ukuran ukuran, kalau menurut saya, lebih baik bupati focus terhadap target capaian selama ini, sudah sampai dimana?, kalau belum banyak yang tercapai, baru memikirkan bagaimana langkahnya, organisasi apa yang harus dibentuk lalu bagaimana SDM yang dibutuhkan untuk mencapai target RPJMD,” katanya.
Lebih jauh Nandang mengatakan, bukan sebaliknya bupati Eka Setiawan ini malah focus ikut pilkada 2017, jauh teuing, focus saja terhadap hal itu, karena semua orang tahu bupati Eka menjadi bupati karena ditunjuk langsung (juksung).

“ Soal mutasi dan rotasi esselon II kemarin, seperti Kepala Dinas Kesehatan yang digantikan posisinya oleh bu Retno Ernawati S.sos.,MM yang pendidikan sarjananya, sarjana sosial bukan dari ilmu kesehatan, pasalnya, dalam Permenkes No.971 tahun 2009 pada pasal 19 ayat (1) menyatakan, kepala dan sekretaris harus berlatar belakang pendidikan sarjana Strata 2 di bidang kesehatan masyarakat, jelas hal ini tidak memenuhi criteria mutasi dan rotasi itu, apakah kinerjanya kadis Kesehatan yang baru akan lebih baik dari pejabat sebelumnya?,”pungkasnya.**[Dady]   
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar