Tiga BUMD Dapat Kucuran Modal Segar

Kota, Korsum
Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Sumedang, yaitu PT BJB, PD BPR Bank Sumedang dan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) akan mendapat kucuran dana segar puluhan miliar rupiah dari pemerintah Kabupaten Sumedang. Namun ketiga BUMD tersebut sesuai dengan fungsinya harus memupuk dana terlebih dahulu bagi pembiayaan pembangunan dan menyusun kebijakan teknis administratif di bidang investasi, promosi, kerjasama investasi, pemberdayaan BUMD serta pelayanan perijinan terpadu.
Berdasarkan Perda No. 12 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemkab Sumedang Pada PT BJB, alokasi penyertaan modalnya sebesar RP 4,672 miliar dengan mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT HMETD) akan berdampak signifikan terhadap prosentase besaran deviden yang diterima pemerintah daerah.
Begitu juga dengan Perda No. 5 Tahun 2015 tentang PD BPR Bank Sumedang, dimana selain perubahan nama juga penambahan modal dasar sebesar Rp 50 miliar. Penyertaan modal ini untuk membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan salah satu sumber pendapatan asli daerah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang jasa perbankan. Pemenuhan modal dasar tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama 11 tahun.
Adapun sesuai Perda Provinsi Jawa Barat no. 7 Tahun 2015 tentang Perubahan Bentuk Hukum PD Perkreditan Kecamatan Menjadi PT LKM Sumedang, pemkab Sumedang bakal menggelontorkan modal dasar sebesar Rp 5 miliar.
Menurut Bupati H. Eka Setiawan, penambahan modal dasar terhadap ketiga lembaga keuangan tersebut akan berdampak terhadap peningkatan keuntungan finansial dan kemanfaatn yang optimal, peningkatan pelayanan dan kepuasan nasabah, dan pengembangan usaha, produk, dan penguatan pemasaran sehingga terjadi peningkatan kontribusi bagi pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Pada tahun 2017 nanti, pemkab akan mendapatkan keuntungan finansial sekitar Rp 7,46 miliar dari ketiga lembaga keuangan tersebut. Dengan rincian dari Bank BJB sebesar Rp 5,4 miliar, PD BPR Bank Sumedang sebesar Rp 2 miliar, dan PT LKM sebesar Rp 60 juta,” kata Bupati, Kamis (18/7).
Bupati menyebutkan, di tahun 2016 ini dana segar tersebut akan kembali digelontorkan untuk BUMD ini. Selain untuk menambah kekuatan usaha tiga badan usaha di bidang keuangan dan perbankan ini, juga sebagai konsekuensi dari peraturan yang mengharuskan pemkab mengucurkan kembali dana sebagai penyertaan modal bagi ketiga BUMD ini.
Namun begitu, penambahan penyertaan modal pada Bank Sumedang tak hanya akan menambah PAD tapi yang lebih penting adalah peningkatan peran dan fungsi Bank Sumedang dalam menggerakkan sektor ekonomi rakyat dan UMKM atau sektor ekonomi riil yang pertumbuhan kreditnya mencapai 40 persen setiap tahunnya.
Analisis terhadap struktur pemberian kredit memperlihatkan pemberian kredit produktif cukup besar dibandingkan kredit konsumtif. Hal ini menunjukkan peran dan fungsi Bank Sumedang dalam menggerakkan perekonomian masyarakat cukup penting dan strategis.
“Sehingga penambahan dan penguatan struktur modal tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis semata tetapi berperan pula dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakat,” pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar