UMKM Bidik Pasar Modern

Kota, Korsum
Kini saatnya, produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  Sumedang  membidik pasar modert. Pasalnya, produk UMKM Sumedang  sangat jauh tertinggal oleh hasil produk UMKM  kabupaten/kota lain. Padahal Sumedang sangat potensi hasil prodak unggulan olahan makanan dan cindramata dari setiap pelaku UMKM.
Ketinggalan hasil produk UMKM Sumedang itu salah satunya dari kemasan. Tapi mutu dan kwalitas  bagus hingga tak kalah dengan produk UMKM daerah lain. “Setelah evaluasi di kabupaten/kota lain, ternyata Sumedang belum ada Galeri sebagai pusat pemasaran prodak UMKM,” kata Titus Diah anggota DPRD Sumedang, Rabu (10/8).
Maka kini dibentuk stuktural kepengurusan Galeri untuk menampung prodak unggulan makanan dan cindramata dari setiap kecamatan. Galeri itu berfungsi pemasaran dengan penggunakan kemasan yang memenuhi syarat hingga layak masukke pasar modert. Galeri yang akan dibuka dipusat kota ini merupakan sentra oleh-oleh Sumedang.
“Saat ini, hasil produk makanan olahan UMKM Sumedang belum ada kemasan maka sulit diterima dipasar modert. Tapi nanti, makanan kas asli Sumedang ini akan menjadi Brend Imaze Sumedang sehingga akan muncul ikon Sumedang dalam lebel kemasan seperti makanan kering  yakni Kerupuk Telor Puyuh, Keupuk Jamur, Abon Lele, Abon Oncom dan Seblak Tahu, “tutur Titus.
Lebel atau Kemasan tidak jadi permasalan bagi para pelaku usaha UMKM lanjutnya, tapi mereka butuh target atau omset. Sehingga dibangun suatu komonikasi dengan para pelaku usaha dan dijadikan satu kesatuan dalam menampung hasil prodak. “Saat ini sudah bergabung sekitar 20 UMKM, “ujarnya.
Buka Geleri  tersebut berkerjasama  CV. Bilqis, dimana CV tersebut memberikan fasilitas rumah untuk dijadi Galeri karena bertujuan bahwa prodak UMKM ini berkemasan layak masuk pasar modert seperti Alva Mart, Indo Mart dengan kemasan Brant Imaze Sumedang sehingga para pelaku UMKM ini akan lebih tersalurkan.
“Galeri ni akan segera beraktivitas dibulan ini (Agustus). Soalnya, kemasan prodak sudah mulai dikerjakan dan dipersiapkan, hanya tinggal louncing. Sumedang ini punya kesempatan untuk maju karena diuntungkan dengan adanya dua mega proyek yakni Waduk Jatigede dan Tol Cisundawu,” sebutnya.
Dialokasikan Rp 800 M
Menurut Kabid Pemberdayaan UMKM Diskopindag Engkos menyambut positif dengan dibukanya Galeri itu. Kata dia, keberadaan Galeri itu sangat didambakan para pelaku usaha UMKM. Sehingga ada kebijakan APBD kab untuk memberdayakan UMKM agar lebih sinergi dengan anggaran pusat yang tahun 2016 dialokasikan sekitar Rp 800 miliar.

“Namun perlu berkelanjutan karena jumlah pelaku usaha UMKM ada sekitar 25 ribu sangat berpotensi lebih dikembangkan usahanya. Bahkan sumber dana sangat tersedia baik dari pusat, prov, Pelaku usaha besar (BUMN) sehingga prodak UMKM Sumedang punya daya saing daerah,” kata Engkos di Gedung Negara, Jumat (12/8)**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar