25 Pengungsi Terlantar Di Mesjid Kopti Sumedang Dapat Bantuan PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumedang

Kota,  Korsum. 
Sebanyak kurang lebih 25 pengungsi harus terpaksa hijrah di mesjid kopti Sumedang karena di Tajimalela sesak Dan padat sehingga memutuskan harus hijrah Dan mengingat adanya beberapa orang balita bahkan masih Ada yang berumur 2 bulan,  hingga kini,  belum Ada perhatian dari Pemda Sumedang.
"untung nya Ada saudara saya yang bekerja di Kopti ini,  sehingga kami semua bisa hijrah di sini," Kata Junaedi saat dikonfirmasi Korsum (21/9) dilingkungan gedung Kopti.  Lebih jauh Junaedi mengatakan bahwa hingga sampai saat ini belum Ada bantuan dari pemerintah baik makanan atupun pakaian. 
"Bukan tidak mau di Tajimalela tapi melihat kondisi di kami Dan menyelamatkan balita bahkan Ada yang masih berumur 2 bulan, kami semua yang di sini saudara," pungkasnya.

Mengetahui informasi tentang keberadaan pengungsi yang terlantar PD Muhammadiyah dan Aisyiyah segera meluncur ke lokasi dan memberikan bantuan. Koordinator Peduli Bencana Banjir dan Longsor Ir. Fitriyanto kepada Korsum (21/9) dilokasi mengatakan, "mendengar berita tersebut kami langsung terjun kelapangan, dan merasa terharu karena ada bayi dan balita dan belum ada yang memberikan bantuan, maka kami mencoba membantu meringankan mereka, mudah-mudahan bisa meringankan beban sementara." Katanya.**(dady|macko).
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar