Batas Akhir Bikin KTP 30 September 2016

Kota, Korsum
Hingga saat ini, sebanya 4750 penduduk Kabupaten Sumedang yang sudah wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), belum melakukan enroll data atau perekaman data KTP elektronik. Padahal Mendagri sudah menegaskan, batas akhir perekaman data e-KTP pada 30 September 2016.
Hal itu, diungkapkan Kabid Pendaftaran Penduduk, Arifin, Rabu (23/8), lalu di ruang kerjanya. Karena itu, pihak Disdukcasip sekaran gencar mensosialisasikan kepada masyarakat yang sudah wajib KTP agar segera melakukan perekaman e-KTP dengan melayangkan surat edaran Kepala Disdukcasip kepada pemerintah desa melalui kecamatan.
Arifin optimis, hingga batas waktu 30 September nanti proses perekaman e-KTP akan selesai dilakukan. KTP sebagai identitas diri sangat dibutuhkan karena KTP ini multiguna dan multifungsi. “Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat yang sudah wajib memiliki KTP tapi belum memiliki KTP, segeralah mendaftarakan diri untuk perekaman e-KTP. Begitu juga kepada masyarakat yang belum memasukan anggota keluarganya ke dalam Kartu Keluarga, segeralah daftarkan,” imbaunya.
Disebutkan, sampai dengan bulan Juni 2016 jumlah penduduk Sumedang yang wajib memiliki e-KTP sebanyak 800.000 jiwa. Dari jumlah itu, 28.000 diantaranya sudah melakukan perekaman e-KTP tapi KTP-nya belum dicetak dan 4.750 jiwa belum melakukan perekaman. Sementara yang lainnya sudah memiliki e-KTP.
Menurut Arifin, banyak faktor yang menyebabkan terlambatnya pencetakan KTP, diantaranya gangguan koneksi jaringan internet sehingga hasil perekaman data dari kecamatan tidak dapat online ke server di Dinas, mesin cetak KTP yang terkadang mengalami gangguan karena harus mencetak KTP melebihi kapasitas, serta ketersedian blanko KTP yang terbatas sehingga harus menunggu pengiriman blanko dari pusat.
“Mulai awal 2015, pencetakan e-KTP bisa dilakukan di kabupaten Sumedang. Sebelumnya, pencetakan dilakukan di pusat dan daerah hanya mengajukan hasil perekaman ke pusat kemudian yang sudah jadiKTP  dikembalikan lagi ke daerah untuk dibagikan kepada masyarakat. Tapi kami yakin, sampai akhir Desember 2016 bagi yang telah direkam datanya akan dapat dicetak seluruhnya,” punkasnya.
Sementara dalam siaran persnya di media elektronik nasional beberapa waktu lalu, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, ada 22 juta penduduk Indonesia, atau 12% dari 183 juta yang belum melakukan perekaman E-KTP ini. Baru 161 juta penduduk, atau 88% yang sudah ter-record.
“Semakin maju sebuah Negara, semakin tertib dalam administrasi penduduknya. Tentu, kita akan menuju kesana,” katanya di Jakarta.
 Zudan menuturkan, kalau tidak memiliki E-KTP, tentunya akan kesulitan jika akan mengurus surat-surat apapun. Karena hampir semua syarat administrasi, selalu menggunakan E-KTP, seperti kredit di bank, surat kelahiran dan kematian, sertifikat tanah dan bangunan, boarding di pesawat, naik kereta api, chek in di hotel, semua perlu E-KTP.
“Membuat KTP tidak sulit. Gratis, tidak dipungut biaya apa-apa. “Kami sadar, masyarakat itu ogah-ogahan datang ke kantor pemerintahan karena karena tidak dilayani dengan ramah dan cenderung lambat. Tapi sekarang pegawai negeri terus berbenah dan semakin membaik,” katanya.
Zudan mempersilahkan masyarakat datang ke Kantor Disdukcapil dimana saja di seluruh Indonesia. Semua sudah online, data-data itu sudah terkoneksi dengan server di pusat. Jadi dengan teknologi semua jauh lebih mudah, bahkan tidak harus membawa surat pengantar dari RT, RW, kelurahan atau Desa dan Kecamatan lagi. Perekaman E-KTP adalah tahapan yang penting dan merupakan prosedur baku yang wajib diikuti oleh penduduk untuk mendapatkan ketunggalan data. Kelak semua pelayanan publik bakal berbasis pada NIK dan KTP Elektronik. “Silahkan kami tunggu hingga 30 September 2016, cukup bawa foto copy Kartu Keluarga,” ajaknya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar