Bupati Berhentikan Nana Sutisna

Kota, Korsum
Agar bisa lebih fokus dalam menghadapi proses hukum yang sedang dijalaninya, Bupati Sumedang memberhentikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Nana Sutisna. Pemberhentian sementara ini dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati Sumedang Nomor 862/KEP.118-BKPP/2016 Tanggal 19 Agustus 2016 Tentang Pemberhentian Sementara dari Pegawai Negeri Sipil Atas Nama Drs. Nana Sutisna, M.AP.
Kepala Bidang Kinerja dan Karis BKPP, H. Abdul Haris membenarkan, sehari setelah Nana Sutisna ditahan Kejari Sumedang atas kasus hukum yang menimpanya, Bupati langsung mengeluarkan SK pemberhentian sementara dari PNS dan jabatannya-nya sampai dengan ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Meski sudah diberhentikan sementara, kata Haris, Nana masih tercatat sebagai PNS di lingkungan pemerintahan Sumedang, dan masih menerima haknya sebagai PNS. “Hanya saja gaji yang diterimanya cuma 75 persen dari gaji pokok sebelumnya. Sedangkan semua tunjangannya distop, tidak diberikan lagi,” katanya, Kamis (1/9), di ruang kerjanya.
Haris menyebutkan, sebelum diberhentikan sementara Nana Sutisna sudah mengajukan pensiun dini atau APS (atas permintaan sendiri). Hal ini dimungkinkan karena Nana sudah memenuhi syarat 20-50 atau batas minimal masa kerja 20 tahun dan batas minimal usia 50 tahun.
Sementara, agar pelayanan masyarakat di Disdukcapil tetap berjalan lancar dan tidak terhambat lantaran tidak adanya kepala dinas, lanjut Haris, Bupati pun segera menunjuk salah satu staf ahlinya menjadi pelaksana harian Kepala Disdukcasip melalui Surat Perintah Nomor 824/140/SP/BKPP yang memerintahkan drg. H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes disamping melaksanakan tugas pokok sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, juga agar melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang terhitung sejak tanggal 22 Agustus 2016.
Ditemui di ruang kerjanya, PLH Kepala Disdukcasip, Agus S. Rasjidi langsung tancap gas melaksanakan tugas tambahannya, yakni menandatangani Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran yang yang sempat tertunda lantaran kekosongan pimpinan.
“Pelayanan masyarakat yang paling utama. Jangan sampai masyarakat kecewa, sudah jauh-jauh datang ngantri lama, ternyata tidak mendapat pelayanan yang optimal,” kata Agus, rabu (23/8) lalu.
Selain itu, lanjutnya, ia pun melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran Disdukcasip untuk melanjutkan program dan kegiatan yang belum sempat dilaksanakan oleh mantan Kadisdukcasip, Nana Sutisna.
“Saat ini kami sedang melakukan validasi jumlah penduduk Kabupaten Sumedang. Kami harus mengetahui secara ril berapa jumlah penduduk di kabupaten Sumedang ini, karena jumlah penduduk menjadi acuan dalam mengajukan DAU (Dana Alokasi Umum),” imbuh Agus.
Karena itu, Agus meminta pemerintahan kecamatan, kelurahan, dan desa mengecek kembali data warganya dan agar segera melaporkan setiap ada kelahiran dan kematian warganya. “Supaya akurasi jumlah penduduk Sumedang ini tepat dan ini akan menjadi dasar besaran pengajuan DAU nanti,” pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar