Gubernur Resmikan Bundaran Binokasih

Kota, Korsum
Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan meresmikan Tugu Bundaran Binokasih ditandai dengan peresmian Penandatanganan Prasasti Bundaran Binokasih, Kantor RPTSP dan Penekanan Sirine sebagai tanda diresmikannya Tugu bunderan binokasih, Kamis (1/9). Pembangunan Bunderan Binokasih Ini merupakan satu dari sekian kabupaten yang bantuan dari pemerintah provinsi.
Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan menuturkan, bundaran Binokasih ini merupakan bundaran yang dibuat pada masa kepemimpinan Bupati H. Endang Sukandar. “Pada waktu itu almarhum H. Endang Sukandar menghadap Pak Gubernur, kemudian beliau mohon bantuan untuk pembebasan lahan. Berkat bantuan dari Pak Gubernur pembebasan lahan di sekitar bunderan bisa diselesaikan dan dioperasikan,” tuturnya.
Bupati mengungkapkan, mengenai nama banyak usulan yang masuk, salah satunya Bunderan HES, Bunderan Binokasih, dan Bunderan Sumedang. Akhirnya, kata Eka, nama yang dipilih yakni Bunderan Binokasih.
“Dulu, bunderan ini namanya Bunderan Polres. Jika lewat jalan ini selalu terjadi kepadatan lalulintas akibat sempitnya jalan yang dilalui. Dan, Alhamdulillah dengan kondisi pada saat ini, lalulintas bisa berjalan dengan lancar dan ini berkat sumbangsih Bapak Gubernur untuk Sumedang,” ungkapnya.
Sementara Gubernur H. Ahmad Heryawan mengatakan, diluar bantuan kesehatan, bantuan pendidikan yang wajib, BOS, maupun bagi hasil. Jawa Barat masih mengeluarkan bantuan untuk kab/kota sekitar 2 triliun. Ini merupakan dana cukup besar untuk seluruh kab/kota.
Dibangunnya Bundaran Binokasih ini harus kita sambut dengan gembira. Karena jika pada awalnya daerah ini selalu macet sekarang menjadi sesuatu yang enak pandang. Manakala keindahan alami diperindah oleh rekayasa kita, maka akan semakin indah, ruangnya semakin terbuka, kita semakin nyaman dan tingkat kebahagian menjadi naik,” katanya.
“Kedepan tentu ini menjadi sebuah pelajaran diberbagai tempat, khususnya dikecamatan-kecamatan didukung oleh bupati secara terencana membangun ruang terbuka hijau, untuk bercengkrama  keluarga kita. Sehingga kepenatan ataupun kegalaun selesai dengan melihat taman yang indah,” imbuh Gubernur.
Gubernur Tebar Ikan ke-10 Juta Ekor di Jatigede
Sebelumnya, Gubernur H. Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur H. Deddy Mizwar menebar ikan ke-10 juta ekor di perairan Waduk Jatigede sekaligus meluncurkan Ikan Mas Ras Wanayasa (Marwana) dan Nila Ras Wanayasa (Nirwana) III serta Gerakan Memasyarakatkan Makan IKan (Gemarikan) yang dipusatkan di Lapang Sembada Sukaratu, Kecamatan Darmaraja.
Kepala Dinas Perikandan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail mengatakan, penebaran ikan di Waduk Jatigede dilaksanakan sejak Oktober 2015 secara bertahap dan sampai dengan akhir Agustus 2016 telah mencapai 8.700.600 ekor ikan. “Hari ini yang akan diterbar sebanyak 2.105.000 ekor ikan sehingga semuanya menjadi 10 juta ekor lebih atau tepatnya 10.805.600 ekor ikan,” ujarnya.
Ikan yang ditebar sebanyak 10 jenis meliputi ikan asli yang ada di Waduk maupun jenis ikan produksi. “Jenisnya adalah Nilem, Tawes, Patin, Lalawak, Beureum Panon, Kancra, Mas, Gras Grap, Bandeng, dan Udang Galah. Semua jenis, kecuali Bandang dan Udang Galah, dapat beranak secara alami di Waduk sehingga seiiring bertambahnya waktu populasinya akan berlipat ganda,” ucapnya.
Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan berharap kehadiran Waduk Jatigede benar-benar bisa membawa berkah bagi warga di sekitarnya. “Mudah-mudahan yang tadinya membawa dampak sekarang jadi membawa berkah. Yang tadinya Orang Terkena Dampak (OTD) menjadi Orang Terkena Berkah,” ujarnya.
Hal tersebut diantaranya melalui perbaikan ekonomi dengan cara mengembangkan sektor perikanan oleh warga. “Penebaran ikan ini bertujuan agar warga bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan ikan sebagai sumber mata pencahariannya. Rencananya kita akan menebar 2 juta ekor ikan per tahun sehingga mencapai angka ideal 25 juta ekor ikan,” kata Gubernur.
Gubernur juga menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir keberadaan jaring apung di Waduk Jatigede. “Tidak ada izin untuk keramba apung di Jatigede. Kalau diizinkan, hanya akan menguntungkan para pengusaha besar. Sedangkan warganya tidak dapat apa-apa. Ini yang tidak saya harapkan,” pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar