Kisruh Kepanitian PB PON Sumedang Wakil Ketua Harian Mundur

Kota, Korsum
Seiring waktu, pelaksanaan PON tinggal menghitung hari, pertaruhan nama baik Kabupaten Sumedang sebagai salah satu kabupaten penyelenggara sedang diuji, apakah akan mampu melaksanakan kegiatan PON tersebut dari 4 cabor yang diselenggarakan.
Ironis, dalam kondisi itu Wakil Ketua Harian Ence Lemi Aminudin harus mengikrarkan diri dengan pernyataan sikap, pada tanggal 8 Agustus 2016 resmi memundurkan diri dari kepanitian PB PON Kabupaten Sumedang.
“Kenapa saya mundur?, saya mah orangna loba kasieun, geus kolot saya teh, saya memundurkan secara resmi itu pada tanggal 8 Agustus 2016, surat tersebut saya kirim ke gubernur dan tembusan kepada bupati, karena bupati selaku ketua PB PON, dan hal ini diketahui oleh kordinator kordinator, dan satgas pun tahu,” ujar Mantan Wakil Ketua Harian yang akrab disapa Bah Ence Lemi Aminudin, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (1/9), di kediamannya.
Hengkangnya dari kepanitian PB PON, kata Abah Ence, sebab dirinya mengetahui, ketika menanyakan kepada Koordinator akomodasi konsumsi dan transfortasi, kordinator keamanan, koordinator fasilitas umum, kordinator Kesehatan dan kordinator sarana dan prasarana, dari semua itu domainnya koordinator akomodasi yang Ketuanya pak Tedi Mulyono.
“Dari hal tersebut, makanya saya menanyakan ke beliau (Tedi Mulyono), beliau mengatakan tidak tahu soal akomodasi dan konsumsi, besarnya anggaran PB PON ini, hingga puluhan milyar, untuk sewa toga saja dengan maminnya mencapai Rp 1,2 milyar lebih, sekali lagi saya katakan bahwa saya teh geus kolot, rumasa preman, jadi buaya ge da disakolakeun, mana dahareun mana lain, saya itu ingin di KONI tempat sekretariat, ngapain harus di Islamic?, kalau di KONI kan gratis, lumayan hasil sewa tersebut bisa dimanfaatkan misalnya buat beli kaos atlit,” katanya, dengan wajah kecewa.
Sama halnya apa yang dikatakan oleh Ketua Koordinator Akomodasi Konsumsi dan transporatsi H. Tedy Mulyono bahwa dirinya tidak mengetahui berapa bajet atau anggaran untuk konsumsi akomodasi dan tranportasi tersebut, bahkan lebih jauh mengatakan bahwa dirinya sudah merasa lepas dari jabatan ketua kordinator akomodasi konsumsi dan transportasi di PB PON karena di SK gubernur tertera bukan kepada nama melainkan kepada dinasnya, sementara, dirinya sudah dipindahkan di BPMPD Kabupaten Sumedang bukan di Dishubkominfo Kabupaten Sumedang lagi.
“Memang benar bahwa bah Ence sudah memundurkan diri dari jabatan wakil ketua harian PON, dan saya ditunjuk jadi ketua kordinator akomodasi konsumsi dan transportasi, namun masalah akomodasi salah satu contoh untuk menetapkan hotel mana saja, jelas kami tidak tahu, karena memang kenyataanya kami tidak dilibatkan sampai ke hal anggarannya, seperti soal mamin saja, kami pun tidak tahu, anggaran mamin itu sangat besar, bahkan dibagian kamipun yang menanganinya melalui konsumsi sama sekali tidak tahu, jadi masalah mamin itu di tangani oleh Persatuan Hotel dan restouran Indonesia Kabupaten Sumedang yang ketuanya H. Syamsyudin pemilik Toga,” jelas H. Tedy Mulyono saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (1/9), di ruang kerjanya.
Dikatakan H. Tedy, sementara untuk mamin peroranganya pun kami tidak tahu, padahal mudah untuk menghitung kebutuhan mamin tersebut, tinggal perorangnya berapa?, dikali jumlah yang ada, dipastikan hasilnya akan besar jumlah anggaran tersebut.
“Sekali lagi saya katakan bahwa masalah akomodasi pun kami tidak tahu, bagaimana komitmen nya dengan hotel dan seperti apa?, sebenarnya, kami ini cukup bangga dengan adanya perkembangan ekonomi sehingga hotel dan restoran ikut menikmatinya dari pelaksanaan PON tersebut, anggaran yang Rp 1,4 milyar tersebut, itu bukan untuk mamin tapi dana untuk operasional, untuk tenda dan lain lain, semntara keuangan PON adanya di Dispora dan BPKA Kabupaten Sumedang,” terangnya.
Beda halnya apa yang dikatakan oleh Sekretaris PB PON Kabupaten Sumedang dan juga sebagai Kepala Dinas Parawisata dan Olah Raga kabupaten Sumedang Endah Kusyaman menagatakan bahwa dirinya tidak mengetahui mundurnya bah Ence dari jabatan wakil ketua harian karena menurut dirinya (Endah) belum menerima penguduran diri bah Ence.
“Saya belum tahu kabar itu soal pengnduran diri bah Ence, dan juga sampai saat ini belum menerima surat pengunduran diri bah Ence, kalau toh benar pengunduran diri bah Ence itu, ya mungkin karena kesibukan, bisa jadikan?, ataupun punya kegiatan lain, di kepanitian ini (PB PON) tidak ada apa apa semua berjalan dengan tugas dan fungsinya, dan semua baik baik saja, bahkan rapat evaluasipun jalan hingga kini,” tegas Endah Kusyaman saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (2/9), di ruang kerjanya.
Soal tempat sekretariatpun, kata Endah, terkesan saling berebut, yang satu di Islamic dan satu lagi di KONI, hal tersebut itu secara administrasi sudah sesuai, bahkan dimanapun juga sekretriat bisa saja, anggaran PON ini sampai puluhan bahkan ratusan milyar.
 Ditemu Korsum, Jumat (2/9), pemilik Toga dan juga Ketua PHRI Kabupaten Sumedang H. Syamsyudin sedang tidak ada ditempat, menurut staf Toga  bahwa pak Syam sedang menerima tamu sehingga melimpahkan ke bu Nita.
“Betul sekali bahwa pak H.Syam sebagai ketua PHRI dan juga memang benar bahwaToga pun mendaptkan pekerjaan yaitu maminnya dan tempat tinggal sebesar Rp 800 juta karena saya pun tahu kontraknya dan saya pun yang ikut mengahadiri, sementara pekerjaan tersebut penunjukan langsung tidak melalui tender,” terang Nita sebagai bendahara di Toga.
Menurut informasi yang di himpun Korsum bahwa mamin dan sewa villa tersebut diduga ada fee yang diterima dan diberikan pihak Toga dalam hal ini H. Syamsyudin sebesar Rp 200 juta dan apakah penunjukan tersebut tidak melanggar PP 45 tentang barang dan jasa yang mana disebutkan bahwa lebih dari Rp 200 juta harus tender.
Sementara Panitia PON yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2016 yang mana pembentukan kepanitian tersebut telah disepakati bahwa ketua Sub PB PON Kabupaten Sumedang H. Eka Setiawan, Bendahara H. Ramdan Ruhendi Deddy, Sekretaris Endah Kusyaman, Ketua Harian H. Zainal Alimin dan Wakil Ketua Harian Ence Lemi Aminudin.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar