Kolektor Bank Mandiri Diduga Gelapkan Uang Nasabah Sebesar Rp 40 Juta

Kota, Korsum
Seorang ibu bernama Neni Maryati asal Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara, di rumahnya, Selasa lalu (30/8), mengaku telah mempunyai utang ke Bank Mandiri sebesar Rp 120 juta selama 36 bulan dengan cicilan sebesar Rp 4,5 juta per bulan. Setelah empat kali cicilan berjalan mulus, tetapi selanjutnya usahanya mengalami kebangkrutan, karena sakit warungnya pun terpaksa tutup.
Pengakuan Neni, berjalan beberapa lama setiap pembayaran cicilan tidak pernah sepenuhnya sesuai kesepakatan. Pada bulan Desember 2014 pernah nyicil sebesar Rp 10 juta, selanjutnya terkadang Rp 3 juta, 2 juta, bahkan pernah Rp 200 ribu, karena kata kolektornya yang bernama Yudi,  yang penting ada setoran masuk, hingga bulan Maret 2016, pengakuan Neni uang yang disetor melalui kolektor saja sudah sebesar Rp 40 juta.
“Pada saat itu saya merasa kaget ketika mau membayar sisanya dengan perhitungan sebesar Rp 25 juta ditolak oleh Bank Mandiri karena utang ke Bank Mandiri dianggap masih sebesar Rp 60 juta lebih, ternyata uang Rp 40 juta yang melalui kolektor tidak masuk ke Bank Mandiri. Bahkan, menurut pihak Bank Mandiri, kolektor yang bernama Yudi pun sudah tidak bekerja lagi di Bank Mandiri. Sampai saat ini belum ada penyelesaian dengan Bank Mandiri,” katanya.
Namun, saat ditanya Korsum bukti setoran yang dibayar melalui kolektor itu, Neni mengatakan bukti setorannya hilang dan sampai saat ini belum ketemu, padahal sudah disatukan dan dihekter. 
Ketika akan dikonfirmasi Korsum ke Bank Mandiri, menurut costumer service yang bernama Roni Apriatna, bahwa pimpinan sedang tidak ada ditempat. Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Bank Mandiri mengenai permasalahan itu.**[Asep Nandang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar