Pendirian Tower Di Blok Sirah Cibitung Diduga Di Lahan Kas Desa Yang Masih Sengketa

Kota, Korsum
Sebuah tower yang berdiri kokoh tepatnya di Blok Sirah Cibitung Desa Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara, diduga didirikan di lahan kas Desa Mulyasari. Hal tersebut, berdasarkan pengakuan Kepala Desa Mulyasari Deni Heripan, ketika ditemui Korsum, di kantornya, Jumat, (16/9).
Menurut Kades, lahan tersebut sekarang diklaim oleh Memed salah seorang warga Dusun Ciawilarang Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, tetapi belum pernah memperlihatkan bukti kepemilikannya seperti SPPT, AJB, lebih jauhnya sertifikat. Bahkan, uang sewa pendirian tower tersebut pun, masuk ke kantong pribadinya. Kalau lahan tersebut memang dijual, siapa yang menjualnya karena tanah desa tidak boleh dijual paling juga tukar guling itupun harus seijin Gubernur.
“Kalau saja benar itu tanah kas desa, harus kami perjuangkan karena sama dengan milik masyarakat, nanti lembaga-lembaga terkait yang harus membuktikannya apakah itu tanah kas desa atau bukan. Memang selama ini tidak pernah dipungut pajak, karena tidak ada SPPT-nya. Kalau ada SPPT berarti harus membayar pajak, sedangkan pihak  desa sejak dulu tidak pernah memungut pajak atas lahan tersebut,” terangnya.  
Salah seorang sumber, dari warga sekitar tower tersebut, kepada Korsum, Jumat (16/9),  mengatakan, beberapa tahun yang lalu pernah ada tukar guling seluas satu hektar lebih tetapi setahunya tidak sampai ke lokasi itu. “Mungkin saja lahan itu dulunya dibeli oleh Memed, tetapi kepada siapa membelinya, ada SPPT-nya atau tidak, coba saja tanyakan kalau tidak ada, maka legalitasnya diragukan,” katanya.
Sementara, menurut Memed, ketika dikonfirmasi di rumahnya. Jumat (16/9), kepada Korsum mengatakan, dulu tanah yang dibelinya bukan disini tapi sebelah barat, tetapi atas kemauan aparat desa, kecamatan dan pemda pada saat itu di pindah ke lokasi ini.
“Nu jelasmah pangrugi-rugina matak nyeri hate beak sapi ge opat jaman harita keur harga pare Rp 20 000 per kwintal ayeuna alus teh sanggeus dibeberes,” katanya sambil memperlihatkan surat penyerahan hak (PH) atas tanah tersebut, sebagai bukti   kepemilikannya, tetapi tidak memperlihatkan bukti yang lain seperti AJB atau SPPT. Menurut Memed SPPT ada, tetapi nyimpannya masih berantakan, dan ia lagi kurang sehat untuk mencarinya.
Untung ada pengusaha tower yang menanyakan status tanah ini, lanjut Memed, setelah diperlihatkan surat penyerahan hak lalu ada kesepakatan sewa lahan untuk pendirian tower seharga Rp 90 juta untuk 10 tahun. “Kakara kaubaran, sekarang sudah dua kali kontrak,” sebutnya.
Sementara, menurut Kaur Pemerintahan Desa Sirnamulya, Enceng, ketika ditemui Korsum, di kantornya, Jumat (16/9), pihaknya tidak pernah memungut pajak, karena tidak ada catatan di buku besarnya, walaupun itu letaknya di Desa Sirnamulya. “Tetapi itu merupakan tanah milik Desa Mulyasari, coba saja tanyakan ke Desa Mulyasari,” kata kaur.**[Asep Nandang
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar