Pipanisasi Air Bersih di Desa Cikoneng Kulon Mubazir

Ganeas, Korsum
Pengerjaan pipanisasi di Desa Cikoneng Kulon Kecamatan Ganeas di dua dusun, yakni Dusun Nagrak dan Dusun Cinungku, tahun anggaran 2015 lalu, namun hingga kini, air bersih tersebut belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat karena reservoir (bak penampungan) bocor disebabkan tanah di lokasi tersebut labil.
Dikonfirmasi Korsum, Jumat (16/9), Kepala Desa Cikoneng Kulon, Sunjaya, mengatakan, pembangunan pipanisasi untuk dua dusun itu, masih belum bisa dinikmati warga karena reservoirnya bocor padahal sudah diperbaiki oleh pengusaha sebelumnya.
“Memang benar masyarakat di Dusun Nagrak belum menikmati sarana program pipanisasi air bersih yang program tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang yang pengerjaannya dilaksanakan oleh pihak ketiga, dengan anggaran ketika saya tahu dari papan proyek terpasang Rp 170 juta lebih, yang pembangunannya dilaksanakan di dua dusun yakni, Dusun Nagrak dan Dusun Cinungku,” sebut Sunjaya, di ruang kerjanya.
Menurut Sunjaya, sebelum bak panampungan roboh, air tersebut sempat mengalir ke warga, namun, setelah diperbaiki bak penampungan itu, ternyata ada masalah lain lagi, bahwa lantai bak penampungan pada retak, dan itupun oleh pihak ketiga diperbaiki kembali, tapi masih tetap bocor, karena tempat dibangunnya bak itu di tanah yang labil. Dari kejadian itu hingga kini, air belum bisa dialirkan ke warga.
Sunjaya mengatakan, dirinya sudah menginformasikan hal tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan kepada pihak ketiga, jawaban pihak ketiga katanya sudah habis masa pemeliharaan, mengingat hal itu, maka pihaknya dengan aparatur desa akan menganggarkan dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hal berbeda dikatakan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) pada Dinas Kesehatan kabupaten Sumedang, Eki Riswandiah yang kini sudah dialih tugaskan menjadi Kasubag Program Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, bahwa dirinya (Eki) heran, karena pihaknya sudah sangat sering meminta informasi dari Kepala Desa Cikoneng Kulon dan beberapa orang kepercayaannya mengatakan semua lancar.
“Benar benar saya heran, saat saya menanyakan hal tersebut, semua pihak mengatakan bahwa air mengalir di desa itu, dan sekarang saya mendengar keterangan seperti ini, benar saya heran, secepatnya saya akan meminta pihak ketiga untuk bersama sama ke lapangan,” jelasnya, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (16/9), melalui telepon selulernya.
Hal yang sana denga Eki dikatakan Aang, dari pihak ketiga, bahwa pihaknya sudah sangat maksimal dalam pengerjaaanya, bahkan lebih dari target, pelaksaaan pekerjaannya pun melibatkan  masyarakat setempat.
“Dari mulai angkut pasir sampai ke penggalian tanah pun kami libatkan warga, tidak hanya itu, dalam pembangunan bak penampungan, ketika sudah selesai pengerjaannya, dan langsung diaktifkan secara teknis hingga airpun mengalir ke bak penampungan, setelah selang beberapa minggu kemudian air pun sudah bisa dinikmati warga, namun demikian, bak tersebut ambrol,” kata Aang, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (16/9), di kantornya.
Saat dirinya mendengar hal ini, kata Aang, ia pun bergegas untuk memperbaikinya, dan setelah diperbaiki, katanya lantai bak penampungan pada retak hingga tidak bisa menampung air lagi. 
“Atas kejadian itu, kamipun mempelajari permaslahannya dan ternyata lahan itu lahanya labil, padahal waktu membangun pipanisasi tersebut, sudah sesuai dengan RAB dan konsultan, kami mengerjakan jelas sesuai dengan RAB dan konsultan dan petunjuk dari pengawas PU, kalaupun memang pekerjaan kami tidak baik, mungkin tidak akan di-ACC oleh tim,” pungkasnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar