Ratusan Bata Tanah Terkena Proyek Jaling Jatigede di Sirnasari Hingga Kini Belum Ada Kejelasan

Jatinunggal, Korsum
Ratusan tanah di Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal yang terkena pembebasan jalan lingkar (Jaling) Jatigede, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai pembayarannya, sementara sejumlah tanah tersebut merupakan Tanah Kas Desa (TKD) 200 bata dan sejumlah tanah milik warga yang berjumlah kurang lebih 25 KK lagi yang belum dibayar.
Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Desa Sirnasari, Ateng Ali SJ, saat dikonfirmasi Korsum, di kantor Kecamatan Jatinunggal, Selasa (13/9), bahwa hingga saat ini sejumlah tanah TKD dan 25 KK yang belum mendapatkan ganti rugi akibat terkena proyek jalan lingkar jatigede. “Ya saya juga tidak tahu kapan mau dibayar, kami belum menerima kejelasan kapan tanah tersebut akan dibayar,” tuturnya.
Selain itu, Ateng menganggap bahwa pihak Satuan Kerja (Satker) Jatigede terkesan leha leha terhadap permasalahan pembebasan ini, karena hingga saat ini belum ada tembusan ke desa dari pihak satker tersebut, selain itu dengan berlarut larutnya pembayaran tersebut, dikawatirkan akan merugikan warga, pasalnya dulu kesepakatan untuk harga tanah dilakukan pada tahun 2011 dan disetujui Rp 4 juta perbata.
”Ya kita sekarang sedang mengajukan untuk permohonan penawaran harga tanah lagi, karena dengan waktu berjalan tentunya harga tanah juga berubah, dulu disepakati tahun 2011 itu harga tanah Rp 4 juta perbata, tapi hingga saat belum dibayar sementara yang namanya harga tanah kan terus bergerak tiap tahunnya, nanti yang ditakutkan warga dibayar dengan kesepakatan yang dulu, malahan jadi rugi,” tegasnya.
Lebih lanjut untuk selain tanah warga juga ada TKD yang belum di bebaskan, dimana di TKKD tersebut dibangun sekolah SD dan ada juga pemakaman, dan yang kita inginkan ada keseriusan pemerintah untuk membayarnya kapan, pasalnya jangan nantinya kita yang dirugkan, apalagi yang namanya sekolah itu kan sangat dibutuhkan.
“Ya intinya kita perlu kejelasan dan ketegasan pemerintah dalam hal ini satker yang menangani  pembebasan tanah, jangan sampai masyarakat harus menunggu denganketidak pastian, apalagi sekolah bangunan seperti itu sangat dilerlukan sekali oleh masyaraka,” jelasnya.
Selain itu sekarang dengan belum ada kejelasan pembayaran dari satker Jatigede, padahal pihak desa terus mendapatkan pertanyaan dari masyarakat. “Ya sekarang masyarakat sih menanyakan ke kita kapan akan dilakukan pembayaran, kita kan tidak tahu karena tidak ada informasi yang jelas kepada desa,” pungkasnya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar