Sembilan Orang Konsumen Perumahan Putra Citra Lestari Merasa Tertipu

Kota, Korsum
Perumahan Putra Citra Lestari yang terletak di Jalan Angkrek Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, ternyata meninggalkan masalah bagi 9 orang konsumennya, terutama yang membeli langsung kepada pengembang. Kesembilan konsumen tersebut, yakni  3 rumah dengan tipe 45 dan 6 rumah dengan tipe 70.
Rukmana, aalah seorang konsumen kepada Korsum, Kamis (1/9), mengatakan, sejak 2012 rumahnya atas nama Devi Arianto sudah terbayar lunas, tetapi sampai saat ini sertifikatnya belum diterima.
“Kami hanya menunggu dan menunggu dari janji-jandi palsu yang diucapkan pengembang yang bernama Wawan, tetapi sekarang Wawan pun menghilang entah kemana,” kesalnya.
Menurut Rukmana, rumahnya dengan tipe 45 ini dibayar langsung kepada pengembang dengan kepercayaan penuh, karena dengan Wawan sudah kenal dekat dan masih orang sini juga. Namun, kepercayaan itu ternyata disia-siakan, sertifikat rumahmya dijaminkan ke BTN Bandung. Beberapa kali dirinya mencoba mendatangi keluarganya (keluarga Wawan), tetapi orang tuanya pun mengatakan tidak mengetahui keberadaan anaknya.
“Kami pun mencoba mendatangi BTN Bandung beberapa waktu lalu, ternyata untuk menebus sertifikat rumahnya harus nebus sebesar Rp 189 juta untuk rumah tipe 45, sedangkan utuk tipe 70 pihaknya harus menebusnya sebesar Rp 300 juta. Kalau saja sertifikat itu diambil, kami jadi membeli rumah seolah olah dua kali lipat dari harga yang sebenarnya,” terangnya.
Hal yang sama, dikatakan H. Oman, ketika ditemui Korsum, di kediamannya, Kamis (1/9). H. Oman mengaku membeli  rumah tipe 70 dengan cara nyicil selama 1 tahun. “Kami mempunyai cicilan satu bulan lagi, namun ketika akan dilunasi ternyata setifikatnya tidak ada. Mencoba meminta pertanggungjawaban dari keluarganya (Wawan) hasilnya sama, keluarganya mengatakan harus bersabar, kami juga sedang berusaha. Kami sudah 4 tahun menunggu setidaknya ada jaminan yang berupa tanah atau rumah untuk mengganti rumah yang bermasalah ini, tetapi tidak ada sama sekali,” kata H. Oman.
Ditambahkan, setiap kali akan menemui orang tuanya, tetapi keluarganya selalu mengatakan bahwa bapaknya sedang sakit. “Kami tidak bisa memeksakan diri untuk menemuinya hanya mendoakan supaya bapak lekas sembuh. Dan kami pun terpaksa pulang dengan tangan hampa,” keluhnya.**[Asep Nandang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar