Staffing Esselon 3 dan 4 Bupati Eka Setiawan Dinilai Ingkar Janji

Kota, Korsum
Pada pelaksanaan mutasi dan rotasi jabatan (staffing) yang diselenggarakan Jumat (9/9), di Gedung Negara Sumedang, mayoritas menanyakan perihal dikosongkannya jabatan Camat di Kecamatan Sukasari, artinya jabatan camat diisi oleh Plt saja, dengan dalih bahwa tidak ada promosi, sementara, ada salah satu esselon IV a di Disdukcapil Kabupaten Sumedang telah dipromosikan menjadi esselon III b.
“Benar benar tidak mengerti apa yang ada dibenak bupati, apa yang menjadi barometer atau ukuran kinerja itu?, apakah hak prerogatif lagi alasannya?, kami semua jujur saja banyak menyimpan harapan besar di pundak pak Eka sebagai Bupati Sumedang, mengingat pak Eka ini basic-nya dari birokrasi murni, artinya bisa merasakan apa yang kami rasakan atau mungkin sudah lupa jati dirinya?,” kesal sumber Korsum dari internal pemda Sumedang, Jumat (9/9), di lingkungan Gedung Negara.
Sebelum pelaksanaan staffing, kata sumber, jauh jauh hari pak Eka melakukan sosialisasi bahkan tidak tanggung tanggung mengatakan evaluasi kinerja dan bicara dihadapan semua, bahwa pelaksanaan rotasi mutasi akan mengarah kepada assessment dan sesuai dengan kapasitasnya.
“Evaluasi kinerja?, mana buktinya!, camat Idah membawa nama baik Kabupaten Sumedang di Kecamatan Cisarua, hasilnya, sekarang malah di pindahkan menjadi Camat Wado, lucunya, camat Sukasari Suherman yang tidak ada prestasi malah ditempatkan jadi Camat Tanjungsari, dan camat Sukasari malah dikosongkan akan diisi oleh Plt, ada apa ini?. Kami prihatin, yang berprestasi dibuang jauh bukannya diberikan penghargaan, ini preseden buruk, pengaruh seperti ini sangat besar bagi kami, kesimpulannya, kami bekerja tidak perlu inovasi, kami bekerja seadanya saja, barangkali kalau seadanya saja akan ditempatkan diposisi yang lebih baik,” kesalnya.
Masih kata Sumber, katanya tidak ada promosi, buktinya promosi pun dilakukan, apa yang sudah terjadi yakni kepala seksi akta kelahiran H. Jajang dipromosikan menjadi Kepala bidang, dan banyak yang lainnya, ternyata dia salah menilai dan salah menaruh harapan, ternyata masih sama dengan yang sebelumnya, tidak bisa dipercaya, jabatan membutakan sehingga pengingkaran pun terjadi, jabatan yang kosongpun diisi karena pensiun pejabat sebelumnya seperti Sekdin Disdukcapil diisi oleh Tatang yang asalnya Camat Tanjungsari.
Ketua Komisi A DPRD Sumedang, Dudi Supardi dalam menyikapi permasalahan tersebut, apa yang telah terjadi soal mutasi dan rotasi mengatakan dirinya akan lantang bicara, akan lebih keras bicara lebih jauhnya akan bertindak, karena sudah di wanti-wanti sebelumnya soal staffing jabatan itu.
“Saya belum tahu persis hasilnya, bahkan dalam pelaksanaan staffing tersebut pun saya tidak hadir, dari sebelumnya kami sudah mengatakan bahwa silahkan dilakukan mutasi dan rotasi tersebut namun tolong patuhi segala sesuatunya, nanti kalau saya sudah tahu hasilnya dan kejelesan informasinya, kami akan lantang bicara,” singkatnya, dengan nada ancaman saat dikonfirmasi Korsum, Jumat  (9/9), di ruang kerjanya.
Hal berbeda dikatakan Kepala Bidang Kinerja dan Karir pada BKPP Kabupaten Sumedang, Abdul Harris, bahwa pengosongan untuk jabatan camat di Kecamatan Sukasari tersebut agar tidak melanggar apa yang menjadi aturan bahwa tidak boleh ada promosi.
“Jabatan yang kosong itu tidak boleh diisi artinya sebelumnya ataupun sesudah mutasi rotasi, kalau yang Sekdis Disdukcapil itu beda, karena menyangkut dengan pelayanan sebab tidak boleh berlama lama di PLH-kan, itu pertimbangan yang berwenang, dengan dasar PP 18 pasal 5 tentang jabatan kosong harus di Plt kan salah satunya seperti itu bunyinya,” singkatnya, saat di konfirmasi Korsum, Jumat (9/9), di lingkungan Gedung Negara.
Sementara, Bupati Sumedang, Eka Setiawan ketika dikonfirmasi Korsum, Jumat (9/9), mengatakan, dikosongkan untuk camat Sukasari tersebut tidak boleh ada promosi sama halnya yang di Kecamatan Jatigede camatnya dikosongkan artinya di Plt-kan.
“Untuk Camat Sukasari itu sengaja dikosongkan karena tidak ada promosi sama dengan Kecamatan Jatigede camatnya di Plt-kan, hal ini sesuai arahan dari Mendagri, maka kami pun patuh terhadap aturan, tinggal tunggu saja lima bulan kedepan jelang SOTK baru,” singkatnya**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar