Sumedang Menangis

Sumedang, Korsum
Dikarenakan hujan deras terus mengguyur Kabupaten Sumedang mulai pukul 18.00 - 00.00 WIB terjadi beberapa titik kejadian di Kabupaten Sumedang. Laporan sementara sumber resmi yang diterima Korsum pada Selasa (20/9/2016), pukul 07.00 WIB, telah terjadi Longsor di 3 titik sepanjang jalur Cadas Pangeran diantaranya, di Ciherang, Ciguling dan Singkup Kecamatan Sumedang Selatan. 
kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas Sumedang-Bandung terputus total. Selain itu, terjadi juga longsor di Dusun Cimareme Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, mengakibatkan dua rumah tertimbun longsor dan menelan korban jiwa 3 orang meninggal dunia, 2 orang selamat dan 1 orang belum ditemukan.
Kejadian serupa (longsor), menimpa Dusun Ciherang, 3 rumah hancur, 1 mushola dan 4 RT dievakuasi kurang lebih 200 jiwa. Warga dievakuasi ke rumah makan ponyo.
Bencana lain, terjadi pergerakan tanah di Babakan Gunasari Desa Ciherang yang mengakibatkan 2 RT dengan jumlah jiwa kurang lebih 100 orang dievakuasi ke rumah makan ponyo.
Selain bencana longsor, juga bencana banjir, diantaranya terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sumedang, diantaranya, di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air sekitar 50 cm mengenang 7 rumah, di Regol ketinggian air mencapai 160 cm menggenang 8 rumah, Pangjeleran ketinggian air kurang lebih 70 cm menggenang 8 rumah, lingkungan Kodim ketinggian air kurang lebih 30 cm menggenang 7 rumah.
Pantauan Korsum di Kecamatan Situraja, ratusan hektare sawah milik warga didua desa di Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang terendam lumpur. Menurut Asep (55), warga Desa Situraja Utara, selain ratusan hektar sawah yang terendam lumpur dikabarkan tanggul yang menghubungkan dua desa yakni, Desa Ambit dan Desa Mekar Mulya jebol akibatnya jembatan tersebut putus dan belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Ditambahkan, akibat hujan deras membuat luapan air Cipeles mencapai ketinggian yang melebihi batas hingga mengakibat rumah tergusur oleh sungai Cipeles, tepatnya di Cipeutey Sumedang Utara, kemudian terancam tergusur di daerah Talun dekat Jembatan Talun rumah di pinggiran sungai Cipeles, serta di daerah Pandai Sumedang Selatan.
Selain itu, Jembatan sementara di daerah Rancapurut aktivitasnya dihentikan oleh para pemuda dikarenakan jembatan tersebut goyang, sebab arus sungai Cipeles begitu derasnya dan meluap hampir mendekati bangunan tahu Sari Bumi.**[dady|Fatul|zebim|macko]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 comments:

  1. mungkin tim redaksi perlu lebih teliti lagi dalam penyampaian berita
    "dikabarkan tanggul yang menghubungkan dua desa yakni desa Ambit dan Situraja Utara jebol akibatnya jembatan tersebut putus dan belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat"
    sebenarnya tanggul atau jembatan yang jebol??
    kemudian seingat saya desa ambit dan desa situraja utara tidak berbatasan langsung

    BalasHapus