Khawatir Cemari Sumber Air Warga Minta TPA Cibeureum Wetan Dipindahkan

Cimalaka, Korsum
Warga Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka sepakat minta pemda Sumedang agar menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di blok Tegalpanjang. Pasalnya, warga menyebut TPA tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah desa. Bahkan warga mengkhawatirkan TPA itu bakal mencemari sumber air penduduk.
Seperti diungkapkan Ule, salah seorang warga yang semakin hari semakin merasa terganggu dengan keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut. Sekarang petugas mulai sembarangan membuang sampah sehingga lokasi TPA semakin semrawut hingga di pintu gerbang masuk pun tampak berserakan gundukan sampah yang menimbulkan polusi udara yang sangat tidak sedap.
“Dari sisi kesehatan pun sudah jelas, bau yang sangat menyengat dari sampah busuk akan mengganggu pernafasan. Yang paling kami takutkan, air dari sampah busuk ini akan mencemari sumber air penduduk,” tandasnya, Kamis (20/10).
Ule menyebutkan, ia bersama warga lainnya pernah menyampaikan hal ini kepada kepala desa dan warga minta TPA itu ditutup saja dan dipindahkan ke lokasi lain. “Meskipun pemerintah ada rencana penataan TPA ini, tapi kami tetap menginginkan pemerintah menutup TPA ini,” tegas Ule.
Terpisah, Kepala Desa Cibeureum Wetan, Cecep membenarkan, sudah lama warga menginginkan TPA di blok Tegalpanjang tersebut ditutup saja karena kemanfaatannya bagi masyarakat tidak ada. Terutama dikhawatirkan akan mengganggu sumber air dan ketakutan terhadap bibit penyakit yang dibawa lalat dari TPA.
“Bagi desa sendiri, keberadaan TPA itu tidak ada untungnya. Nu puguh mah rarujit weh, runtah pabalatak luhureun lembur. TPA itu berada di atas sementara sumber air penduduk berada di bawahnya. Nah kalau air sampah itu mencemari sumber air yang dikonsumsi penduduk, bagaimana dengan kesehatan warga kami?” katanya.
Cecep meminta pengelolaan sampah dilakukan dengan baik supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kepada Dinas Kesehatan, kami minta dilakukan pemeriksaan sumber air di areal pembuangan sampah yang biasa digunakan warga kami untuk kebutuhan mandi dan minum dan kami juga minta hasil pemeriksaanya,” ujarnya.
Sementara Kabid Pengendalian dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Sumedang, H. Sutisna mengatakan, secara teori bisa saja air resapan sampah atau licit mencemari sumber air jika jarak sumber air dengan TPA kurang dari 200 meter. Begitupun, lanjutnya, jarak antara TPA dengan pemukiman seharusna tidak kurang dari 1 kilometer untuk menghindari jarak terbang lalat.
“Kami akan menurunkan petugas untuk mengecek secara kimiawi sumber air penduduk, apakah sudah tercemar atau belum,” katanya, Kamis (20/10).
Hanya saja, sampai berita ini naik cetak Korsum belum mendapat tanggapan dari Kepala BLH ataupu Kabid Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman. Karena, ketika akan dikonfirmasi pada Jumat (21/10), keduanya sedang tidak ada di tempat.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 comments: