Sumedang Sanitation Week 2016 Ajak Masyarakat Hidup Bersih Dan Sehat

Sumedang Utara, Korsum
Sekolah sebagai pintu perubahan pola pikir generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta cara hidup bersih dan sehat. Hal itulah yang melatarbelakangi digelarnya Sumedang Sanitation Week 2016 di kawasan Green Hill komplek International Green School, Rancapurut, Kecamatan Sumedang Utara.
Selaku panitia, Sony Abunawas menyebutkan, Sumedang Sanitation Week adalah event berkumpulnya tunas-tunas muda untuk menimba ilmu tentang sanitasi untuk perubahan berkelanjutan yang dimulai dari diri mereka dan sekolah. “Event ini bertujuan untuk melahirkan penggerak perubahan pola pikir dan sikap masyarakat terhadap sistem sanitasi yang sehat,” ujarnya.
Selain itu, melalui kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi dari 70 SMP dan 50 SMA tersebut diharapkan akan terbentuk komunitas sekolah-sekolah yang memiliki standar sanitasi yang tinggi sebagai titik awal menuju Sumedang bersih dan sehat. “Sumedang Sanitation Week juga merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung Indonesia Bebas Sampah 2020. Kegiatan ini juga akan dicatat sebagai Less Waste Event yaitu kegiatan yang memperhatikan kaidah-kaidah sustainable dengan menekan produksi sampah,” ungkapnya.
Bupati H. Eka Setiawan menyampaikan apresiasinya atas digelarnya event tersebut yang sejalan dengan program Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan Sumedang bersih dan sehat, khususnya melalui penyadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar. Bupati juga berpesan kepada para pelajar yang menjadi peserta kegiatan agar mampu menjadi pionir di sekolahnya dalam mengimplementasikan cara hidup yang bersih dan sehat.
“Tingkat kesehatan masyarakat sangat bergantung kepada kebersihan dan sanitasi lingkungan. Mari bergerak bersama-sama membangun kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan,” ajak Bupati.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati menuturkan, masih banyaknya pemukiman kumuh dan tidak adanya sanitasi di tiap-tiap rumah penduduk, menjadi permasalahan kesehatan yang cukup komplek. Sebab, setiap rumah yang minim fasilitas sanitasi dipastikan rentan penyakit dan perilaku hidup tidak sehat. Untuk itu, Dinkes mulai merintis Program Seratus Kosong Seratus untuk mengurangi jumlah pemukiman kumuh.
Ia menjelaskan, Program Seratus Kosong Seratus ini artinya seratus untuk akses air bersih, kosong atau nol untuk kawasan kumuh dan seratus untuk akses sanitasi layak. “Ini adalah program pemerintah dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). Apakah target ini terlalu tinggi atau tidak, kita tidak usah memperdulikan soal itu karena kesehatan masyarakat merupakan hal penting yang harus diperhatikan,” kata Retno.
Yang penting, menjamin ketersediaan air bersih, menghilangkan kawasan kumuh dan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi. Termasuk buang air besar tidak sembarangan, buang sampah pada tempatnya, serta limbah terkelola dengan baik,” imbuhnya.
Menurut Retno, jika semua itu sudah dapat dilakukan, maka Sumedang akan menjadi barometer kesehatan bagi kabupaten lain. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sumedang akan kebersihan dan kesehatan, dibutuhkan banyak pegiat kesehatan yang mengajak dan mensosialisasikan manfaat hidup bersih.
Diakui, masih banyak ditemukan sanitasi kurang baik, seperti penanganan masalah sampah yang belum maksimal, masih ada masyarakat yang membuang limbah sembarangan, dan jamban bagi sebagian masyarakat masih belum menjadi prioritas dalam hidupnya.
“Saya rasa potret-potret seperti itu di Sumedang masih menghiasi kehidupan sebagian masyarakat. Kalau sanitasinya baik, Insyaallah penyakit menular akan dapat terkendalikan,” pungkas Retno.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar