6 Puskesmas BLUD Dapat Mobil Ambulan

Kota, Korsum
Puskesmas merupakan ujung tombak pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Setelah penetapan ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di tahun 2014, peran Puskesmas menjadi semakin vital. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka Puskesmas harus memiliki kewenangan yang lebih luas dalam mengelola pendapatan maupun pengeluaran.
Karena itu, pola pengelolaan keuangan Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Sumedang sekarang telah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) sehingga diharapkan bisa meningkatkan pelayanan puskesmas serta akan sangat membantu Puskesmas dalam menyediakan obat-obatan, membayar biaya operasional dan pengeluaran lainnya sesuai dengan anggaran.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, pola pengelolaan keuangan (PPK) BLUD di Puskesmas tersebut didasari dengan SK Bupati Sumedang Nomor 440/KEP.390-DINKES/2016 tentang Penetapan UPTD Puskesmas dan UPTD Laboratorium Sebagai Unit Kerja yang Menerapkan PPK BLUD Penuh. SK Bupati ini telah diserahkan langsung oleh Bupati Sumedang kepada beberapa Puskesmas yang telah menerapkan PPK BLUD.
“Harapan kami, pola ini mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berupa jasa pelayanan kepada masyarakat berupa jasa pelayanan kesehatan yang berdasarkan prinsip efesiensi dan produktivitas serta praktik bisnis yang sehat,” ujarnya, Senin (14/11).
Retno mengatakan, bahwa pelaksanaan PPK BLUD di Puskesmas ini bakal mulai dilaksanakan secara penuh pada bulan Januari 2017. “Saat ini memang sudah ada beberapa puskesmas yang sudah memberlakukan pola PPK BLUD. Namun baru beberapa, nanti secara keseluruhannya paling mulai awal Januari,” ujarnya lagi.
Sebagai salah satu sarana pendukung Puskesmas untuk meluncurkan program pola pengelolaan BLUD, Pemerintah Kabupaten Sumedang mendapat bantuan 6 unit mobil ambulan untuk kendaraan operasional kesehatan di Kabupaten Sumedang.
Ke- enam kendaraan tersebut, diserahkan langsung oleh Bupati Sumedang kepada 5 Puskesmas, yaitu Puskesmas Rawat Inap Jatinangor, Puskesmas Kota Kaler, Puskesmas Situraja, Puskesmas Rawat Inap Wado, dan Puskesmas Jatinunggal. “Dan 1 unit lagi diserahkan kepada UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang,” tutur Retno.
Sementara Ketua Komisi C DPRD Sumedang, Nurdin Zaen mengatakan, pola pengelolaan keuangan BLUD memungkinkan Puskesmas untuk menggunakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) yaitu pendapatan dari layanan pasien secara langsung, tanpa harus disetor dahulu ke kas negara.

“Pola yang paling tepat untuk meningkatkan pelayanan adalah Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Sebab, tanpa fleksibilitas tersebut, nampaknya bakal sulit bagi Puskesmas bisa memberikan layanan prima di era BPJS, karena pasien tidak lagi membayar langsung tetapi menggunakan sistem kapitasi,” katanya belum lama ini.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar