Di Iming imingi Uang Lima ribu Oknum Guru Diduga Cabuli Siswanya

Situraja, Korsum
Dengan di iming-imingi Uang Rp. 5000, oknum guru olah raga yang berinisial iy dan berstatus PNS SD di Kecamatan Situraja, mencabuli para siswi anak didiknya yang masih duduk di Kelas 2. Pencabulan tersebut dilakukan saat siswa mengikuti jam pelajaran olah raga.
Hal tersebut dikatakan oleh Elan orang tua siswi korban pencabulan oleh oknum guru bahwa, pencabulan tersebut dilakukan saat jam pelajaran olah raga, dimana para siswa satu kelas di bawa ke sebuah lapangan, akan tetapi setelah di lapangan siswa yang laki-laki disuruh bermain bola, sementara siswi di bawa oleh oknum guru tersebut ke sebuah gubuk yang terletak ditengah kebun, dan di gubuk tersebut oknum guru tersebut mulai melakukan aksi bejatnya.”Jadi saat pelajaran olah raga, siswa disuruh main bola dan para siswi di bawa ke sebuah gubuk yang terletak di sebuah kebun, kemudian siswi dipanggil satu persatu ke dalam oleh guru tersebut dengan di iming imingi Uang Lima ribu, sambil mengancam bahwa aksinya jangan dikasih tahu ke orang tuanya, guru tersebut menggerayangi siswi, mencium bahkan sampai memegang kemaluan siswi anak dIdiknya tersebut”. Ujar Elan saat dikonfirmasi Korsum di kediamannya Kamis (10/11).
Elan juga menjelaskan awal mula ketahuan aksi bejat oknum guru tersebut setelah melihat tingkah anaknya yang mulai berbeda dan sering mengatakan kata kata yang tidak senonoh, kemudian setelah ditanya anaknya baru menceritakan kejadian tersebut.”Ya awalnya saya melihat anak saya tingkahnya berbeda dan sering mengatakan kata kata jorok, dan setelah di tanya anak saya mengaku sudah diperlakukan tak wajar oleh gurunya”. Tuturnya
Hal senada juga dikatakan oleh arang tua korban lainnya Elin bahwa, dirinya mengetahui setelah anaknya mengaku sakit di kemaluan akibat terkena kuku dari oknum guru yang memegang kemaluannya.”Awalnya anak saya tidak mau ngomong karena takut oleh ancaman oknum guru tersebut, bahkan sampai sempat tidak mau sekolah, setelah di bujuk untuk bercerita kenapa bisa sakit di kemaluan, barulah anak saya mau ngomong kalau sudah di pegang kemaluannya oleh oknum guru tersebut di sebuah gubuk. ”.jelasnya 
Elin juga mengatakan bahwa, cerita dari anaknya di dalam gubuk tersebut anaknya secara bergiliran di panggil untuk masuk kemudian di ciumi dan yang lebih parah kemaluan anak saya di pegang sampai ada bekas kuku. “Saya disuruh masuk ke gubuk, terus dicium dan tangannya masuk ke rok mah sampai sakit”. Ujar elin menirukan omongan putrinya 
Sementara itu Deni yang juga anaknya pernah mendapat kekerasan fisik dari oknum guru tersebut mengatakan dengan adanya aduan dari para orang tua korban pencabulan tersebut sudah berupaya melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sataun Reskrim, Polres Sumedang, akan tetapi ketika melaporkan kejadian tersebut dirinya dan orang tua korban malah disuruh pulang dulu dan di suruh datang lagi tiga hari kemudian, dan diminta membawa KK dan KTP oleh pihak Polres. “Kita sudah lapor ke bagian PPA polres sumedang, tapi ko malah di suruh pulang dan balik lagi tiga hari kemudian serta disuruh bawa KK dan KTP, kenapa tidak di visum.” Tegasnya 
Deni juga sekarang sedang bermusyawarah dengan beberapa orang tua korban untuk membuat pernyataan, dan sekarang setelah mulai rame di bahas di masyarakat, muncul dugaan bahwa korban tidak sedikit.”Awalnya kan hanya dua orang yang mengadu, tetapi kini banyak orang tua siswa yang mengadu anaknya pernah diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru tersebut, kita akan kumpulkan dulu dan setelah semua menulis surat pernyataan kita akan laporkan kembali ke Polres”. Tegasnya 
Sementara itu Dedi salah satu pemerhati sosial asal Kecamatan Situraja mengatakan bahwa, dirinya terus akan berupaya ke ranah hukum, karena kejahatan ini sifatnya nasional bahkan bisa dikatakan menjadi perhatian dunia, jadi tidak cukup selesai dengan musyawarah saja.”Ini kejahatan yang luar biasa, kita akan berupaya terus, kalaupun Polres Sumedang kurang menanggapi, saya akan laporkan ini ke Polda bahkan sampai mabes bila perlu”. Tegasnya 
Dedi juga menyayangkan sikap Dinas Pendidikan yang sekan melindungi oknum guru seperti itu.”Kalau hanya diberi sangsi dengan di mutasi itu saya pikir tidak wajar, karena pasti dia akan melakukan hal yang sama, makanya kita akan terus berupaya ke jalur hukum, karena ini kejahatan yang tidak bisa dibiarkan”. Ucapnya dengan nada geram
Sementara itu Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Situraja, Komisaris polisi (Kompol), Dani Sukardi ketika dikonfirmasi akan hal tersebut mengatakan bahwa, pihak kepolisian masih akan menelusurinya apa yang yang diadukan, karena ditakutkan hal itu hanyalah kesalah pahaman saja. "Namanya juga pelajaran olahraga pasti akan bersentuhan, takutnya ini hanya sebuah kesalah pahaman saja”. katanya saat dikonfirmasi Korsum  usai melakukan mediasi dengan orang masyarakat dan orang tua korban.
Sementara menurut Kepala UPTD pendidikan tingkat SD, TK FAUD dan PNF Kecamatan Situraja, Enjang Juandi yang juga hadir saat mediasi di SD tersebut mengatakan bahwa, pihaknya sudah berupaya dengan memutasikan oknum guru yang di duga pelaku pencabulan ke suatu tempat.
Enjang juga menjelaskan bahwa yang di duga pelaku pencabulan itu baru bertugas kurang lebih 48 hari di SD tersebut, karena dia merupakan guru pindahan dari salah satu sekolah dasar yang ada di kecamatan Jatinangor. "Kita sudah melakukan apa yang di inginkan masyarakat agar guru tersebut mutasi, dan kalau masalah hukum kita serahkan kepada yang lebih berwenang yaitu pihak kepolisian”.Jelasnya **(Acep Shandy)
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar