Pengerjaan Peningkatan Ruas Jalan Loji-Bangbayang Dinilai Asal-asalan

Situraja, Korsum
Pengerjaan pekerjaan jalan Loji-Bangbayang dengan biaya hampir 3 milyar itu, dinilai jelek dan terkesan asal-asalan. Pasalnya, warga setempat menilai, pekerjaan peningkatan ruas Loji-Bangbayang Kecamatan Situraja diduga tidak sesuai dengan rencana pembangunan atau RAB kontrak yang dilakukan rekanan.
Akibat kejanggalan tersebut, sejumlah warga setempat menilai pengerjaan tersebut terkesan asal-asalan dan belum maksimal.
Menurut Ugih Sugiono (23), warga Rt 01/01 Desa Cijeler, fisik jalan sudah ada yang berlubang karena sebagian aspal terkelupas, karena diduga pengerjaan tidak sesuai RAB atau spesifikasi.
Kami tidak mau pengerjaan peningkatan jalan dikerjakaan asal-asalan. Karena nantinya akan cepat rusak kembali. Sebab jalan ini merupakan jalan kabupaten yang dilampau beberapa desa, yakni Desa Ambit, Cijeler, Karangheuleut, Kaduwulung dan Desa Bangbayang,” ujarnya, yang diamini warga lainnya, saat ditemui Koran ini, Kamis (16/11), di lokasi proyek.
Ditambahkannya, warga setempat banyak yang komplain dan meminta rekanan agar memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang diduga tidak sesuai ketentuan dan terkesan asal-asalan.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh perusahaan PT. Bina Manunggal Sinergi yang beralamat dijalan KH. Abdul Halim no. 19 Majalengka, dengan anggaran senilai Dua Milyar Tujuh Ratus Tujuhpuluh dua juta limapuluh tiga ribu rupiah sedangkan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender mulai 26 Juli-22 November 2016,” ucapnya sembari menunjukan beberapa titik letak lubang jalan di lokasi proyek.
Ugih Sugiono menambahkan, pada intinya warga merasa tidak puas dengan pekerjaan yang dilaksanakan oleh rekanan karena diduga tidak sesuai RAB dan meminta supaya diperbaiki kembali.
“Pada intinya masyarakat disini merasa tidak puas dengan hasil pekerjaan dan berharap pekerjaan ini sesuai dengan rencana pembangunan peningkatan jalan dalam kontraknya. Sehingga jalan kabupaten ini dapat diharapkan benar-benar membantu masyarakat,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Ketua RW 01/01 Wihana (47), mengatakan, komplain masyarakat setempat memang sudah tepat, sebab menurutnya, jika bukan warga sekitar yang mengawasi jalan kabupaten Loji-Bangbayang itu, maka rekanan akan semaunya mengerjakan proyek tersebut tanpa menghasilkan pekerjaan yang yang baik.
“Saya sepakat itu, karena yang akan banyak menikmati dan menggunakan hasil pembangunan proyek tersebut adalah warga setempat,” ujarnya.
Wihana menegaskan, kontrol sosial yang ditunjukan warga setempat perlu diapresiasi , karena hal ini bukan semata mempersulit pembangunan di daerah itu, namun sebagai bentuk kepedulian dan rasa memiliki atas manfaat dari kualitas pembangunan jalan yang dikerjakan rekanan, sehingga masyarakat Loji-Bangbayang merasa terbantu,” pungkasnya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar