RWS Gelar Haul Prabu Geusan Ulun

Kota, Korsum
Bertempat di Dayeuh Luhur Kecamatan Ganeas, Rukun Wargi Sumedang (RWS) yang merupakan wargi-wargi keturunan dari Prabu Gesan Ulun (PGU), melaksanakan Haul Prabu Gesan Ulun, Jumat Malam (18/11). Prabu Gesan Ulun atau Pangeran Angkawijaya merupakan raja terakhir Sumedang Larang yang memerintah sejak tahun 1580 hingga 1608 M. Beliau  dinobatkan sebagai raja  menggantikan ayahnya Pangeran Santri. Sejak pemerintahannya, Sumedang mengalami kemajuan baik dari bidang sosial, budaya, pemerintahan serta militer.
Bertepatan dengan pemerintahannya dikala itu, Kerajaan Padjajaran sedang diambang kehancuran, sehingga empat Kandaga Lante  yang diutus oleh Prabu Siliwang dari Kerajaan Padjajaran yaitu Sanghyang Hawu atau Embah Jaya Perkosa, Batara Dipati Wiradijaya atau Embah Naganan, Sanghyang Kondang Hapa, dan Batara Pancar Buana atau Embah Terong Peot  menyerahkan mahkota yang merupakan simbul kekuasaan Pajajaran .
Dengan diserahkannya mahkota tersebut kepada prabu Gesan Ulun, maka wilayah kekuasaan Sumedang Larang menjadi luas sebagai batas wilatyah sebelah barat yaitu Sungai Cisadane dan wilayah Timur  yaitu Sungai Cipamali sedangkan batas wilayah utara dan selatan yaitu laut Jawa dan Samudra Hindia.  Hingga pada tahun 1608 beliau wafat dan dimakamkan di Dayeuh Luhur.     
Menurut Ketua Puseur, Iwa Kuswaeri yang didampingi Kang Widi selaku Sekjen mengatakan, haul ini merupakan doa dari anak soleh yang kali ini dilaksanakan bersama-sama oleh wargi-wargi keturunan melalui satu lembaga yang bernama Rukun Wargi Sumedang (RWS). Ini merupakan haul yang pertama yang dilakukan secara bersama karena biasanya dilakukan oleh masing-masing.
Mendoakan orangtua merupakan kewajiban bagi keturunannya, sehingga kali ini sepakat dilakukan oleh RWS yang pelaksanaannya di makam Prabu Gesan Ulun di Dayeuh Luhur. Ini pun kedepannya diagendakan supaya menjadi kegiatan rutin tahunan. Selain itu makna yang paling utama dari acara ini adalah silaturahminya, dengan acara seperti ini kami bisa berkunpul bersama wargi-wargi yang   keturunan dari Prabu Gesan Ulun baik yang berada di Sumedang maupun yang berada di luar Sumedang.
“Walaupun tidak semuanya bisa datang karena punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan atau pun  jauh di luar kota  bahkan banyak wargi keturunan yang berada di luar negeri. Ini merupakan hal yang jarang terjadi tetapi melalui acara ini kami bisa  bersilaturahmi,” katanya.**[Asep Nandang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar